Bacaterus / Sprei / Inilah 15 Bahan Sprei yang Bagus dan Nyaman untuk Tidur

Inilah 15 Bahan Sprei yang Bagus dan Nyaman untuk Tidur

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Umumnya saat membeli barang-barang untuk keperluan kamar tidur, orang menghabiskan banyak waktu untuk meneliti bantal dan kasur, tapi soal sprei, mereka akan membeli yang termurah yang bisa mereka temukan. Membeli sprei murah merupakan kesalahan besar karena sprei memiliki pengaruh yang besar atau sama pentingnya pada kenyamanan tidur.

Kamu pasti pernah menghabiskan malam di hotel mewah dengan sprei mahal? Kamu pasti mengerti apa yang menyebabkan kamu merasa nyaman. Ya, bahan spreinya. Jadi, apa bahan terbaik untuk sprei? Apakah katun? Sutra? Poliester? Planel? Linen? Dalam artikel ini akan dibahas 18 bahan sprei yang bagus agar membuat tidurmu nyaman. Baca terus ulasannya berikut ini, ya.

1. Katun

Katun

* sumber: adamtrade.net

Katun sangat populer yang digunakan untuk membuat sprei dan benda keperluan tidur lainnya karena alasan yang baik. Bahan ini tahan lama, breathable atau memiliki kemampuan bernafas, lembut, mudah dirawat, dan pada umumnya harganya cukup terjangkau. Katun memiliki beragam jenis yang berbeda.

2. Katun Mesir

Katun Mesir

* sumber: www.sleepdown.com

Katun Mesir merupakan varietas paling mewah. Jenis ini bisa kamu pilih jika kamu menginginkan sprei super lembut dan berkualitas tinggi. Bahan utamanya tumbuh di iklim yang hangat dan kering di Afrika Utara. Kapas Mesir mempunyai serat ekstra panjang yang menghasilkan kain paling lembut dan halus.

3. MicroCotton®

MicroCotton

* sumber: www.microcotton.com

Bahan sprei ini merupakan merek dagang dari benang katun sangat halus yang dikembangkan di negara India. Katun tahan lama ini dibuat dari serat kapas yang panjang, sangat lembut dan memiliki daya serap yang tinggi.

4. Katun Jersey

Katun Jersey

* sumber: fashionovation.co

Nama bahan ini mengacu pada sprei yang terbuat dari kain katun rajutan dan bukan tenunan. Pada dasarnya katun Jersey merupakan kain yang sama dengan yang digunakan pada kaus katun, jadi kamu pasti akan menyukainya jika kamu menikmati kaus katun yang lembut.

5. Flannel

Flannel

* sumber: www.thecompanystore.com

Bahan yang merupakan bahan utama untuk musim yang dingin ini adalah kain katun yang telah disisir agar seratnya mengembang. Hasilnya adalah kain yang sangat lembut dengan permukaan kain yang memerangkap panas tubuh, sehingga membuat kain flanel memiliki kualitas hangat dan nyaman.

6. Tencel

Tencel

Bahan kain ini terbuat dari serat selulosa dari pohon kayu putih. Dikembangkan pada tahun 1972, tencel menjadi populer sebagai alternatif katun. Kelebihan bahan ini umumnya dianggap lebih ramah lingkungan, karena dibuat dari pohon yang tumbuh cepat dan berkelanjutan, dan dibuat menggunakan apa yang disebut “proses loop tertutup”, artinya tidak ada bahan kimia bocor ke ekosistem sekitarnya.

Selain itu tencel juga lembut dan sangat dingin, menghilangkan kelembaban dari kulit, dan sangat awet dan tahan lama. Kekurangannya, bahan ini terlalu halus dan licin, kurang kaku. Tencel juga bisa lebih rentan terhadap jamur dikarenakan kualitas hidrofilik dari seratnya. Harga bahan ini bisa lebih mahal dari katun 100%.

7. Serat Bambu

Serat Bambu

* sumber: www.homedepot.com

Bahan ini sering direkomendasikan untuk “hot sleeper”, yaitu orang yang selalu merasa kepanasan saat malam hari. Bahan serat bambu yang hypoallergenic ini secara alami lebih breathable dan mengatur suhu lebih baik dibandingkan sprei katun. Bahan serat bambu yang populer ini juga dibuat dengan campuran microfiber sehingga lebih breathable dengan nuansa ringan dari khas microfiber.

Karena dibuat dengan campuran microfiber, bahan serat bambu tidak akan mudah kusut dibandingkan dengan kebanyakan sprei serat bambu di pasaran. Orang-orang hot sleeper merasa kalau bahan ini paling lembut dan membuat mereka tidak kegerahan saat tidur di malam hari.

8. Microfleece

Microfleece

* sumber: www.graysonline.com

Secara teknis microfleece merupakan jenis polyester, tapi bahan ini dirancang untuk memiliki sedikit ketebalan untuk mereplikasi sensasi kain flanel. Kelebihan dari  bahan microfleece, yaitu tahan air dan kering dengan sangat cepat. Bahan ini tahan lama dan mudah dirawat. Umumnya, sprei Microfleece juga harganya sangat terjangkau.

Kekurangan dari sprei microfleece yaitu bahan ini memerangkap panas sehingga membuat bahan ini tidak nyaman bagi mereka yang tinggal di iklim yang lebih hangat. Seiring waktu, bahan ini dapat menjadi kasar, terutama jika dicuci dan dikeringkan terlalu keras, yang membuat bahan terlihat tidak menarik dan mengiritasi kulit sensitif.

9. Sutra

Sutra

* sumber: www.lilysilk.com

Jika kamu menginginkan sprei yang sangat lembut dan mewah dan tidak punya masalah untuk membayar lebih mahal, sutra adalah pilihan yang bagus. Sutra dibuat dari ulat sutera yang menghasilkan kain yang lembut, dingin, halus, mewah, dan hypoallergenic. Kalau kamu mencari sprei yang terbaik yang bisa kamu beli, pilihan teratas adalah sutra.

Sutra memiliki beberapa kelebihan di antaranya sangat lembut , nyaman, secara alami hypoallergenic, menghilangkan lembab dari kulit dengan cepat, selain tentunya mewah. Hanya saja bahan sprei ini membutuhkan perawatan yang ekstra.

10. Polyester

Polyester

Poliester merupakan serat buatan yang diproduksi dari polimer yang juga digunakan untuk membuat botol minuman plastik. Meskipun bahan polyester tidak mahal, bahan ini cukup kaku dan kasar jika digunakan tanpa dicampur benang lain. Secara umum, kamu akan menemukan polyester dicampur dengan benang lain, seringkali katun, dalam sprei yang murah.

11. Microfiber

Microfiber

Terkadang polyester yang ditenun dengan sangat halus dijual sebagai microfiber. Meskipun bahan sprei ini bisa sangat lembut, microfiber masih tidak breathable seperti katun, dan jadi bukan pilihan terbaik jika kamu cenderung “hot sleeper” atau merasa kepanasan saat tidur malam hari. Bahan ini tahan lama dan tahan noda, sehingga microfiber bisa menjadi pilihan yang baik untuk kamar tidur anak.

12. Nilon

Nilon

Nilon merupakan bahan kain sintetis yang kuat dan tahan lama yang dapat membuat sprei lembut dan halus yang tidak kusut. Tapi nilon mulai menjadi kasar setelah hanya beberapa kali pencucian. Selain itu, nilon tidak tahan terhadap panas pengering atau di bawah setrika pakaian. Bahkan nilon bisa bermasalah jika terlalu banyak sinar matahari.

13. Akrilik

Akrilik

Akrilik merupakan bahan sintetis lainnya. Bahan ini tidak senyaman bagi kulit seperti serat alami, tapi tidak akan mengkerut dan dapat digunakan untuk membuat tempat tidur yang sangat berwarna. Akrilik lebih sering digunakan dalam selimut dan selendang leher daripada sebagai sprei. Pencucian yang cermat diperlukan untuk menghindari bahan menjadi kasar.

14. Linen

Linen

Linen terbuat dari serat tanaman rami. Sprei linen terasa lembut, breathable, dan bahkan lebih menyerap dibandingkan katun. Serat bahan linen lebih tebal dari serat bahan katun, yang memberikan kekuatan superior dan membuatnya lebih kaku daripada katun, terutama pada awalnya, sebelum beberapa minggu digunakan dan dicuci.

Di dunia, linen dianggap sebagai salah satu serat paling tahan lama. Walaupun awalnya sedikit kaku, linen, seiring waktu bahan ini akan mengendur dan menjadi sangat lembut dan kenyal dengan tetap mempertahankan kekuatannya. Kelebihan linen adalah sangat nyaman dan lembut. Semakin lama bahan ini semakin lembut.

Linen juga halus berkilau dengan kesan mewah, hypoallergenic, dan mampu menahan pertumbuhan bakteri. Bahan sprei ini juga sangat kuat dan menjadi tambah kuat saat basah. Sementara kekurangan linen adalah mahal, agak kaku di awal, sangat mudah mengerut.

15. Modal

Modal

Modal mirip dengan bahan sprei tencel dan bambu yang dibuat dari serat tanaman, tapi modal berasal dari pohon beech. Kelebihan sprei modal yaitu lembut dan tidak mudah menyusut, memudar atau menjadi berubah bentuk. Bahan ini breathable dan dingin, dan tidak mudah menjadi kasar.

Sayangnya sprei modal memiliki kekurangan, yaitu sprei ini perawatannya karena bahan sprei ini harus dicuci pada pengaturan yang lebih dingin dan dikeringkan dengan suhu rendah. Jika sprei ini tidak diperlakukan dengan lembut, sprei modal dapat mudah robek.

Jadi, setelah membaca artikel di atas, sudahkah kamu memutuskan bahan sprei mana yang menurutmu paling bagus dan sesuai dengan keuanganmu? Jika kamu mampu membeli sprei mahal, Pima, Supima, Katun Mesir, dan Sutra merupakan bahan terbaik. Keempat bahan ini sangat lembut, nyaman, menyerap lembab, dan beradaptasi dengan baik untuk digunakan sepanjang tahun.

Kunjungi artikel merk sprei yang bagus ini jika kamu ingin langsung membeli sprei baru sekarang juga.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *