Bacaterus / Peralatan Dapur / Inilah 7 Bahan Pembuat Sumpit yang Umum Ditemui di Dunia

Inilah 7 Bahan Pembuat Sumpit yang Umum Ditemui di Dunia

Ditulis oleh - Diperbaharui 11 Februari 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sumpit merupakan benda yang ikonik di sebagian masyarakat Asia. Sumpit mempunyai kepentingan simbolis dan budaya di beberapa negara Asia. Benda ini merupakan bagian penting dari gaya hidup mereka. Jika di Indonesia kita menggunakan sendok dan garpu, di Tiongkok, Jepang dan Korea sumpit merupakan alat makan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, sumpit yang digunakan di berbagai negara tidak sama. Terdapat beberapa perbedaan antara sumpit yang digunakan di berbagai negara. Apakah kamu pernah melihat sumpit yang digunakan di Tiongkok, Jepang atau Korea? Kalau kamu teliti, kamu akan lihat beberapa perbedaan. Berikut ini fakta mengenai sumpit.

Fakta Mengenai Sumpit

Fakta Mengenai Sumpit

Inilah fakta seputar sumpit yang mungkin belum kamu tahu sebelumnya. Fakta ini menarik untuk diketahui terutama kamu yang senang mengoleksi dan menggunakan sumpit.

Dibandingkan dengan daerah lain di dunia sumpit di Tiongkok dibuat lebih panjang dan lebih tebal. Biasanya sumpit berukuran panjang 25 cm dengan sisi melingkar. Sumpit di Tiongkok juga mempunyai ujung yang lebar dan meruncing sehingga lebih mudah untuk digunakan.

Berbeda dengan di Tiongkok, sumpit di Jepang ukurannya lebih pendek dan lancip sampai ke ujungnya. Kamu akan menemukan bahwa sumpit yang ada di Jepang mempunyai lapisan pernis. Banyak tempat di Jepang menawarkan sumpit yang lebih pendek untuk wanita, sementara untuk pria lebih panjang.

Ukuran sumpit di Korea sedang dan bentuknya rata. Dahulu, sumpit di Korea dibuat menggunakan bahan dari kuningan, perak, dan sebagian besar mempunyai hiasan. Di Vietnam sumpitnya mirip dengan yang ada di Tiongkok, ujungnya tumpul dan seringnya dibuat dari kayu atau bambu yang dipernis.

Di Nepal biasanya sumpit terbuat dari bambu dan bentuknya pendek. Setelah kamu terbiasa menggunakan sumpit, kamu akan senang menggunakannya sepanjang waktu. Alat makan yang menyenangkan dan menarik ini sudah digunakan selama lebih dari 5000 tahun.

Bahan Pembuat Sumpit

Sumpit yang sering kamu lihat dan gunakan dibuat dari beragam bahan. Yang paling umum dijumpai di restoran atau dijual di toko atau supermarket adalah yang terbuat dari kayu. Namun ada juga yang terbut dari logam atau polimer. Berikut ini adalah bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sumpit.

1. Bambu

Bambu

* sumber: www.overstock.com

Bahan sumpit yang paling terjangkau dan sesuai adalah bambu. Sumpit jenis ini sangat ramah lingkungan dan bebas dari pestisida atau racun, dan lain-lain. Sumpit bambu merupakan alternatif pilihan untuk sumpit ramah lingkungan dari kayu, kuat, padat dan serbaguna.

Bambu benar-benar bisa terurai secara hayati dan dibandingkan dengan kayu kera yang bambu tak membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh. Semua karakteristik yang dimiliki bambu membuatnya menjadi alternatif yang sempurna untuk kayu, yang dikenal dapat memberi masalah pada lingkungan.

Biasanya sumpit bambu tidak dipernis karena mudah hancur dan mudah berubah bentuk. Umumnya sumpit bambu bersifat sekali pakai. Jenis sumpit ini populer di restoran Asia atau makanan dibawa pulang. Jika kamu juga mencari pilihan yang lebih terjangkau, sumpit bambu adalah pilihan terbaik.

2. Kayu

Kayu

Kayu merupakan bahan sumpit lainnya. Jenis sumpit ini yang paling baik karena kayu merupakan konduktor panas yang rendah, sehingga tidak mentransfer suhu makanan ke tangan. Sumpit bambu merupakan pilihan yang bagus untuk mengaduk makanan dan makan nasi.

Biasanya sumpit kayu terbuat dari kayu keras seperti pohon berangan atau chestnut, buxus atau boxwood, eboni, birch, snakewood, cendana merah atau red sandalwood, yang konduksi temperaturnya rendah. Kayu cendana merah secara historis dihargai di Cina.

Karena pertumbuhannya yang lambat dan kelangkaannya, furnitur berbahan cendana merah atau dikenal dengan zitan di Tiongkok, sulit ditemukan dan harganya bisa mahal.

Sumpit kayu tersedia dalam dua jenis, yaitu yang bisa digunakan ulang atau reusable, yang dilapisi dengan pernis dan sekali pakai. Di rumah, orang Tiongkok menggunakan sumpit kayu berpernis, sementara restoran menyediakan sumpit kayu sekali pakai.

Sumpit sekali pakai juga disebut sumpit yang bisa dipisah dan merupakan jenis yang paling murah. Namun kehati-hatian yang tepat perlu dilakukan saat membeli sumpit kayu. Kapanpun kamu membeli sumpit, pastikan sumpit tersedia dalam warna aslinya.

Jangan membeli sumpit kayu yang dilukis dengan warna buatan karena kamu tidak pernah bisa tahu pewarna jenis apa yang digunakan. Kayu keras tidak akan pecah serta ringan, tahan lama dan padat, tidak akan menggelembung atau menyerap air. Disarankan mencuci tangan sesudah memakainya.

3. PPS (Polymer Material Alloy)

PPS (Polymer Material Alloy)

* sumber: www.joom.com

Bahan sumpit ini dibuat dari bahan yang disintesis dari bahan polimer dan serat kaca atau fiberglass. Merupakan bahan paduan berbagai elemen yang memiliki beberapa sifat khusus, contohnya tingkat kekerasan, ketahanan aus, dan ketangguhan yang tinggi, ketahanan korosi, dan lain-lain.

Sumpit paduan polimer dibuat dari bahan makromolekul dan komposit serat kaca dan menjadi bahan yang aman dan telah melalui pemantauan keamanan pangan nasional. Ketahanan suhu dan ketahanan panas sumpit polimer mencapai 180℃ dan steril untuk waktu yang lama tanpa berubah bentuk.

Bahan ini memiliki daya tahan kekakuan, kekerasan, dan ketangguhan struktur molekul. Sumpit jenis ini bentuknya lurus dan tinggi serta ketika digabungkan makanan tidak akan mudah tergelincir.

4. Melamin

Melamin

Melamin merupakan bahan plastik yang tahan panas dan aman untuk mesin pencuci piring. Sumpit ini ekonomis dan merupakan pilihan tepat untuk restoran yang banyak pengunjungnya. Sumpit melamin bagus untuk digunakan di restoran, hotel, dan tempat layanan makanan lainnya.

Sumpit melamin didesain dengan warna-warna penuh gaya. Selain itu, sumpit jenis ini akan menambahkan sentuhan yang menyenangkan pada pengalaman bersantap para tamu.

Baca juga: Resep Shabu-Shabu Sederhana Khas Jepang

5. Logam (Stainless Steel 304 Food Grade)

Logam

Stainless steel tahan karat terbuat dari baja tahan karat yang tahan lama dan aman untuk mesin cuci piring. Sumpit berbahan stainless steel tahan lama dan mudah dirawat. Selain itu, sumpit bisa digunakan kembali dan bisa bertahan hampir tanpa batas waktu.

Jenis sumpit ini tahan terhadap penggunaan dan pencucian yang berat. Sumpit ini terlihat bagus dan memberikan tampilan berkelas di meja. Cocok digunakan untuk di dapur dan hotel, makan malam bergaya Asia, sushi, dan makanan Asia khusus lainnya.

6. Perak

Perak

Sumpit yang terbuat dari perak merupakan sumpit mewah yang digunakan oleh orang kaya. Pada zaman dahulu diyakini bahwa perak saat bersentuhan dengan racun akan berubah warna menjadi hitam. Jadi, orang kaya makan dengan menggunakan sumpit ini sebagai tindakan pencegahan dari potensi bahaya.

Namun sekarang ini ada juga sumpit yang terbuat dari bahan seperti emas, gading, dan giok. Dan biasanya perak dipilih untuk memamerkan kemewahan. Umumnya sumpit perak terbuat dari bahan perak dan kayu keras yang berkualitas tinggi dan merupakan buatan tangan.

Untuk menjaga supaya tidak selip, di sekitar ujungnya terdapat ukiran melingkar seperti cincin. Ujung sumpit perak kebanyakan terbuat dari perak untuk menggantikan kayu berpernis sehingga lebih sehat.

7. Plastik

Plastik

Plastik merupakan bahan lain yang juga relatif ekonomis dengan konduksi suhu rendah. Sumpit plastik merupakan inovasi terbaru dan dibuat dari plastik food grade. Jenis sumpit ini bisa ditemukan di restoran pinggir jalan dan restoran yang biasa.

Namun, dibandingkan dengan bambu atau kayu, pegangan sumpit ini tidak bagus karena karakteristik materialnya yang licin. Jangan menggunakan sumpit ini untuk makan atau mengambil makanan panas karena dapat meleleh dan melepaskan zat berbahaya di dalam makanan.

Karenanya, sumpit plastik tidak disarankan untuk digunakan, apalagi yang mudah meleleh atau berubah bentuk saat terkena suhu tinggi. Sumpit ini tersedia dalam berbagai warna dan desain.

Sumpit yang biasa digunakan ternyata bisa dibuat dari berbagai bahan. Mungkin sumpit yang sering kamu gunakan adalah sumpit bambu atau kayu sekali pakai, melamin atau logam seperti yang biasa digunakan oleh orang Korea. Sumpit jenis apa yang menjadi favoritmu?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *