Bacaterus / Tips Kesehatan / Ini Dia 7 Arti Logo Lingkaran pada Kemasan Obat, Sudah Tahu?

Ini Dia 7 Arti Logo Lingkaran pada Kemasan Obat, Sudah Tahu?

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 Mei 2019

Anda sekalian pasti pernah dong membeli obat di Apotek? Pernahkah Anda perhatikan gambar lingkaran pada kemasannya? Gambar lingkaran berwarna itulah yang disebut logo kemasan obat. Gambar lingkaran ini biasanya memiliki warna yang berbeda-beda nih, yang ternyata menunjukkan fungsi tertentu, lho.

Selain gambar dengan bentuk lingkaran, ada juga kotak hitam kecil dengan tulisan berwarna putih didalamnya. Pernahkah Anda memperhatikan tulisan didalamnya? Nah, logo-logo yang tertera itu bukan tanpa alasan dibuat lho, mereka memiliki makna dan arti masing-masing.

Lalu, siapa yang membuat aturan dan klasifikasi tersebut? Jawabannya adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tujuannya untuk meningkatkan keamanan dan ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi obat, sehingga lebih aman dikonsumsi. Bacaterus akan mengajakmu mengenal logo dan maknanya agar Anda bisa menggunakannya sesuai aturan.

1. Obat Bebas (OB)

Obat Bebas

* sumber: belajarberpendidik.blogspot.com

Merupakan obat-obatan yang dijual secara bebas, dan dapat Anda beli secara bebas tanpa resep dokter. Obat bebas  ini memiliki logo lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam. Obat bebas ini juga bisa Anda jumpai di Apotek, toko obat, warung kelontong, dan supermarket, lho.

Itu karena, obat bebas ini memiliki zat aktif yang relatif aman digunakan. Sehingga tidak memerlukan pengawasan tenaga medis selama diminum sesuai petunjuk yang tertera pada kemasannya. Jadi sebaiknya obat bebas tetap dibeli bersama kemasannya.

Obat bebas digunakan untuk mengobati gejala penyakit yang ringan yang bersifat non-spesifik. Karena merupakan obat yang paling aman, maka boleh digunakan untuk menangani penyakit simptomatis ringan yang banyak diderita masyarakat luas, dimana penanganannya dapat dilakukan sendiri oleh penderita atau self medication.

2. Obat Bebas Terbatas (OBT)

Obat Bebas Terbatas

Memiliki logo lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam, obat ini sebenarnya termasuk obat keras lho. Akan tetapi masih dapat dijual dan dibeli secara bebas tanpa resep dokter, dengan disertai tanda peringatan di kemasannya. Sebagai obat keras, penggunaan obat ini dibatasi untuk setiap takarannya.

Obat-obatan dari golongan OB dan OBT dalam keadaan dan batas tertentu memang dibenarkan untuk self medication karena mudah diperoleh. Namun, setelah upaya self medication, jika kondisi penyakit semakin serius dan tak kunjung sembuh setelah 3-5 hari, maka periksakan diri Anda ke dokter.

Oleh karenanya, semua kemasan OB dan OBT wajib mencantumkan tanda peringatan “Apabila sakit berlanjut segera hubungi dokter”. Obat bebas terbatas ini seharusnya hanya boleh diperjualbelikan di Apotek dan toko obat berizin, karena diharapkan pasien memperoleh informasi yang memadai saat membelinya.

Tanda peringatan yang harus tertera pada kemasan ialah berupa kotak kecil berukuran 5×2 cm dengan warna dasar hitam yang memuat pemberitahuan obat dengan tulisan berwarna putih atau kotak putih bergaris tepi hitam.

3. Obat Keras (OK) dan Psikotropika

Obat Keras (OK) dan Psikotropika

Obat ini hanya boleh diperjualbelikan di Apotek dengan menyertakan resep dokter. Memiliki tanda khusus pada logo berupa huruf K dalam lingkaran merah dengan garis tepi warna hitam.

Kalimat “HARUS DENGAN RESEP DOKTER” harus dicantumkan pada blister, strip, vial, ampul, tube atau bentuk wadah lain bila wadah tersebut dibungkus dalam bungkus luar. Obat golongan Psikotropika juga masuk kedalam golongan obat keras dengan logo yang sama.

Obat psikotropika adalah obat keras baik  alamiah maupun sintetis bukan narkotik, berkhasiat psikoaktif. Mengapa harus disertai resep dokter? Obat jenis ini bisa berbahaya jika di konsumsi sembarangan, seperti memperparah penyakit, meracuni tubuh, atau bahkan menyebabkan kematian.

Karena alasan itulah penggunaannya harus dipantau dan sesuai dengan anjuran yang diberikan dokter. Selain Psikotropika, Antibiotik dan beberapa Obat Wajib Apotek (OWA) juga ada yang termasuk dalam golongan ini lho.

4. Obat Narkotika

Obat Narkotika

Memiliki logo berupa lingkaran bergaris tepi warna merah dengan tanda plus (+) di dalamnya. Selain dengan efek adiksi atau ketagihan, efek sampingnya bisa menimbulkan hilangnya kesadaran dan mati rasa.

Obat golongan ini bersifat adiksi dan penggunaannya diawasi dengan ketat oleh tenaga medis, serta hanya dapat diperoleh dengan resep dokter yang asli, tidak dengan copy resep. Dalam prakteknya obat ini digunakan sebagai anestesi/ obat bius dan analgetika/ obat penghilang rasa sakit.

Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan.

5. Jamu

Jamu

Pernah lihat logo satu ini? Logo dengan bentuk lingkaran hijau dan gambar ranting daun didalamnya, merupakan logo untuk jamu. Dibawah logo, harus juga tertera tulisan “JAMU” yang dicetak dengan warna hitam diatas dasar putih atau boleh juga warna lain yang menyolok dan kontras dengan tulisan “JAMU” nih.

Jamu adalah ramuan atau obat alami yang digunakan dalam pengobatan untuk menjaga kesehatan, khasiatnya berdasarkan warisan turun menurun, lho. Sekarang ini sudah marak jamu yang beredar di pasaran, konsumen harus selektif dalam memilih jamu yang akan dikonsumsi agar efeknya sesuai dengan yang diharapkan.

Langkah paling mudah adalah dengan mengetahui logo dalam kemasan jamu. Eits.. jangan salah, logo tersebut juga memiliki arti, lho. Bentuk lingkaran pada logo melambangkan sebuah proses yang menyatakan bahwa produk jamu termasuk dalam kategori aman.

Warna hijau adalah perwujudan kekayaan sumber daya alam Indonesia, lalu ada juga gambar ranting daun yang melambangkan serangkaian proses yang sederhana sebagai visualisasi proses pembuatan jamu.

6. Obat Herbal Terstandar

Obat Herbal Terstandar

OHT atau Obat Herbal Terstandar adalah sediaan obat herbal yang disajikan dari hasil ekstraksi atau penyarian berbahan baku alami yang dapat berupa tanaman obat, hewan dan mineral. Ditandai dengan logo lingkaran bergaris tepi hijau dengan 3 gambar jari-jari daun di dalamnya.

Warna dasar dari lingkaran umumnya berwarna putih, namun boleh menggunakan warna lain yang mencolok/ kontras dengan logo. Kemudian harus dicantumkan tulisan “OBAT HERBAL TERSTANDAR” yang jelas dan mudah dibaca, serta dicetak dengan warna hitam.

Berbeda dengan jamu, OHT ini telah diteliti, dimana telah ada pembuktian keamanan dan khasiatnya secara alamiah dengan uji pra-klinik. Uji tersebut terdiri dari uji penerapan standar kandungan bahan, proses pembuatan ekstrak, uji higienitas, dan uji toksisitas.

7. Fitofarmaka

Fitofarmaka

Satu lagi golongan obat tradisional yang perlu Anda ketahui nih logo dan perbedaannya dengan jamu dan OHT. Fitofarmaka merupakan obat tradisional yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar dan khasiatnya telah dibuktikan melalui uji klinis.

Memiliki bentuk logo berupa lingkaran dengan garis tepi hijau dan gambar stilisasi jari-jari daun yang membentuk bintang, melambangkan serangkaian proses yang cukup kompleks dalam pembuatan fitofarmaka. Bentuk logo ini juga terbilang mirip dengan kristal salju lho.

Sama seperti jenis obat tradisional sebelumnya, kelompok fitofarmaka harus mencantumkan tulisan “FITOFARMAKA” dalam kemasannya. Dari ketiga golongan obat tradisional, fitofarmaka menempati level paling atas dari segi kualitas dan keamanan.

Karena proses pengujian yang panjang dan uji klinis yang detail, obat herbal ini disetarakan dengan obat karena telah memiliki clinical evidence dan siap diresepkan oleh dokter.

Nah, gimana? Sudah tahu perbedaaan logo dan artinya masing-masing kan? Jangan salah lagi memilih obat yang akan Anda gunakan. Punya pertanyaan seputar logo dan golongan obat atau punya informasi tambahan untuk dibagikan? Langsung saja tulis di kolom komentar, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Satu pemikiran pada “Ini Dia 7 Arti Logo Lingkaran pada Kemasan Obat, Sudah Tahu?”

  1. Ka untuk uji klinis itu ada berapa tahap sih?

Tinggalkan komentar