Bacaterus / Film Anime / 10 Anime Sedih Produksi Studio Ghibli yang Menyayat Hati

10 Anime Sedih Produksi Studio Ghibli yang Menyayat Hati

Ditulis oleh - Diperbaharui 17 Februari 2019

Siapa yang tidak kenal dengan Studio Ghibli. Studio anime yang satu ini terkenal dengan karya karyanya yang ramah untuk seluruh anggota keluarga.  Banyak kisah yang diangkat dengan pesan pesan membangun bagi para penonton.

Jika Anda bingung apa yang harus Anda lakukan di akhir pekan ini, coba saja tonton beberapa anime dari studio Ghibli berikut ini.  Jangan lupa siapkan tisu saat menonton karena anime anime ini dijamin akan menguras air mata Anda.

10 Anime Paling Sedih Buatan Studio Ghibli

1. Spirited away

Spirited away

Anime Spirited Away adalah salah satu anime yang menyindir kondisi Jepang yang sedang dilanda krisis ekonomi. Anime ini mendapatkan rekor sebagai film dengan pendapatan terbesar sepanjang sejarah industri anime Jepang, yaitu ¥30.4 milyar.

Karena kesuksesannya, Walt Disney tertarik untuk membawanya ke Amerika Serikat dan memulai proyek alih bahasa bersama Pixar. Namun karena masalah legalitas merchandise, Disney tidak dapat melakukan pemasaran dengan maksimal. Karena itu, hasil penjualan tiket Spirited Away versi bahasa Inggris tidak sesukses versi Jepangnya.

Cerita yang dibawakan dalam anime ini berputar pada karakter Chihiyo yang terjebak dalam dunia arwah. Di dunia arwah ini, dia harus berjuang untuk kembali ke dunia manusia dan menyelamatkan orang tuanya yang telah disihir menjadi babi.

Anime ini menyindir bagaimana manusia seringkali mengorbankan sesuatu yang berharga hanya untuk kepentingan sendiri. Alam pun menjadi korban keegoisan manusia yang ingin mendapatkan lahan untuk membangun rumah atau mall. Karenanya, film ini cocok sekali untuk mengajarkan anak-anak mengenai pentingnya menghargai sekitar mereka.

2. Kiki’s Delivery Service

* sumber: dotandline.net

Menceritakan tentang kisah seorang penyihir muda yang sedang mencari jati dirinya, anime ini menggambarkan masalah yang sering dihadapi generasi muda Jepang saat mereka mulai beranjak dewasa.

Kiki, sang penyihir muda, memutuskan untuk berpetualang untuk mengasah kemampuan sihirnya. Ditemani oleh kucing hitam yang dapat berbicara, Kiki menemukan sebuah toko roti yang pemiliknya sedang hamil, Kiki pun menawarkan bantuannya untuk menjadi pengantar roti dengan sapu terbangnya.

Di sinilah konflik bermunculan dan memaksa Kiki untuk mengambil keputusan terbaik dalam hidupnya. Konflik-konflik ini banyak dihadapi pemuda Jepang yang baru saja menyelesaikan studinya dan mencari cara untuk mendapatkan pekerjaan terbaik.

3. The Tale of Princess Kaguya

The Tale of Princess Kaguya

Anime yang satu ini merupakan salah satu karya Ghibli yang dirilis pada tahun 2013. Ceritanya diadaptasi dari dongeng rakyat Jepang “kisah seorang pemotong bambu”. Film ini dianggap sebagai film yang menghabiskan dana terbesar sepanjang sejarah perindustrian film Jepang, yaitu sebesar $49.3 Juta.

Anime ini mengisahkan tentang seorang gadis kecil yang ditemukan oleh sepasang suami istri di sebuah rumpun bambu di hutan. Karena kecantikannya, kedua suami istri tersebut memberinya nama putri Kaguya.

Momen emosional dalam anime ini mulai terjadi saat Kaguya memutuskan untuk kembali ke dunia asalnya di bulan. Dengan melakukan hal ini berarti dia harus meninggalkan kenangan bersama kedua orang tua angkatnya dan juga pria yang diam-diam mencintainya.

4. Grave of Fireflies

* sumber: notevenpast.org

Sebelum menonton anime yang satu ini, sebaiknya Anda menyiapkan tisu. Tisu ini sangat berguna karena Anda akan menyaksikan sebuah film dengan jalan cerita yang dijamin akan menguras air mata Anda. Karena itu, tidak aneh jika anime ini menyabet penghargaan Blue Ribbon Award di tahun 1989 dan Chicago International Children’s Film Festival untuk kategori Animation Jury Award dan Rights of the Child Award di tahun 1994.

Dengan latar cerita di zaman perang, Anda akan mengikuti kisah dua orang kakak-beradik yang berjuang untuk hidup di tengah peperangan. Seita, sang kakak, harus mencari cara untuk menghidupi adiknya, Setsuko, dan juga dirinya sendiri.

Anda juga bisa menikmati versi live action-nya yang diproduksi pada tahun 2015. Film live action ini dibuat sebagai peringatan 60 tahun berakhirnya perang dunia. Jadi, mana yang akan Anda tonton lebih dulu, anime atau live action?

5. From Up On Poppy Hill

* sumber: www.nziff.co.nz

Film From Up on Poppy Hill pertama dirilis pada 16 Juni 2011 di bioskop Jepang. Penayangan perdananya menempatkan anime ini di posisi ketiga setelah Harry Potter and The Deathly Hallow Part 2 dan dua film Pokemon.

Latar cerita dari film ini berputar di sekitar masa perang Korea di mana banyak penduduk Jepang yang dipaksa untuk mengantarkan perbekalan dan pasukan Amerika ke dalam medan perang.

Karakter utama dalam kisah ini adalah seorang gadis berumur 16 tahun, Umi. Dia harus menjalani hidupnya bersama adik dan neneknya, sementara ibunya bekerja di Amerika. Konflik mulai muncul di saat salah satu klub jurnalis di sekolahnya akan diruntuhkan.

Bersama teman temannya, Umi berjuang untuk mempertahankan bangunan tersebut. Di tengah keadaan ini, masa lalu Umi mulai terungkap mengenai ayahnya yang telah meninggal. Setiap masalah yang ditampilkan dalam film ini terasa mewakili kehidupan nyata masyarakat Jepang.  Sangat disayangkan jika Anda melewatkan film yang satu ini.

6. Only Yesterday

Only Yesterday

Omoide Poro Poro atau Only Yesterday adalah film animasi yang diangkat dari manga dengan judul yang sama. Berbeda dengan anime lainnya, film ini lebih menargetkan penonton dewasa, khususnya wanita.

Jalan cerita dalam film ini mungkin mirip dengan kebanyakan film saat ini. Sebuah perjalanan seorang wanita berumur 27 tahun yang mengenang masa masa sekolahnya dulu. Namun, jalan cerita yang diracik dengan sangat apik membuat Anda seakan masuk kedalam dunia anime ini.

7. The Wind Rises

The Wind Rises

Film yang disutradarai oleh Hayao Miyazaki ini pertama tayang pada 20 Juli 2013 di Jepang dan 21 Februari 2014 di Amerika Utara. Film ini mengisahkan tentang seorang pria yang bercita-cita untuk membangun sebuah pesawat terbang. Perlahan namun pasti, dia mulai belajar tentang pesawat.

Di tengah studinya, dia bertemu dengan seorang gadis yang kelak akan dia lamar untuk menjadi istrinya. Namun, semuanya tidak berjalan dengan lancar. Bagaimana Jiro, sang karakter utama, mengatasi masalah yang muncul untuk mewujudkan mimpinya? Tonton saja langsung filmnya.

8. My Neighbour Totoro

My neighbour totoro

* sumber: www.denofgeek.com

Anime ini menceritakan tentang dua gadis cilik yang harus pindah ke desa tempat ibu mereka yang sakit berada. Di sana, mereka bertemu dengan sesosok roh penjaga hutan. Pertemuan ini mengantarkan mereka dalam sebuah petualangan yang menarik.

Anime ini menggambarkan tentang dunia dari sudut pandang seorang anak-anak. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika Anda ingin menontonnya bersama keluarga. Cerita yang ditawarkan benar-benar dapat membuat Anda tersenyum kecil sambil bernostalgia dengan masa kecil yang pernah Anda alami dulu.

Walau anime ini diproduksi pada tahun 1988, namun grafis yang disajikan sangat baik. Anda akan disajikan animasi yang dibuat dengan detail yang sempurna. Film ini dijamin akan membuat suasana akhir pekan Anda penuh nostalgia masa kecil.

9. Pom Poko

Pom

Judul film ini mengacu pada suara yang dihasilkan oleh rakun Jepang saat memukul perutnya. Film ini memang menggambarkan rakun sebagai karakter utamanya. Mereka merasa bahwa habitatnya terdesak karena pembangunan yang dilakukan manusia.

Dengan bumbu mistis, anime ini memperlihatkan bagaimana egoisnya manusia yang rela menghancurkan tempat tinggal makhluk lainnya hanya untuk kepentingan sendiri. Pelajaran yang dapat dipetik adalah alam akan membalas apa yang telah dilakukan manusia padanya.

10. Howl’s Moving Castle

Howl’s Moving Castle

Karya Hayao Miyazaki yang satu ini menceritakan tentang dunia sihir di mana seorang gadis muda terjebak di dalam sebuah peperangan antara dua kerajaan. Film ini diadaptasi dari sebuah buku, namun ada perbedaan di antara keduanya. Dalam bukunya, Howl’s Moving Castle lebih menonjolkan pada aturan dan kelas gender. Filmnya sendiri justru lebih menitikberatkan pada cinta, kesetiaan, dan akibat dari peperangan.

Film ini ditayangkan pada 20 November 2004 di Jepang. Hasil dari penjualan tiketnya pun mencapai $190 juta di Jepang dan $235 juta di seluruh dunia. Pendapatan yang besar ini menjadikan film Howl’s Moving Castle sebagai film tersukses dalam sejarah perfilman Jepang.

Beberapa anime di atas mungkin tidak memiliki cerita yang terlalu menyedihkan. Studio Ghibli memang memiliki cara yang unik untuk membuat penontonnya larut dalam emosi setiap karakter dalam film-filmnya. Nah, anime manakah yang menjadi favorit Anda? Atau Anda punya pilihan film lain dari Studio Ghibli?

Atau kamu lebih suka anime yang mengundang gelak tawa? Kalau begitu, temukan anime kocak rekomendasi dari Kami di artikel 10 Anime Paling Lucu ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar