Bacaterus / Kesehatan / Ini Dia 10 Alasan Kenapa Perut Buncit Seperti Hamil

Ini Dia 10 Alasan Kenapa Perut Buncit Seperti Hamil

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 November 2018

Perut buncit seringkali menjadi salah satu penyebab seseorang tidak percaya diri dengan penampilannya. Ya, masalah ini sering memang bisa didapatkan siapa saja. Apakah kamu salah satunya? Perut buncit sering juga disebut obesitas perut atau obesitas sentral. Masalah ini terjadi karena adanya penumpukan lemak pada bagian perut. Jenis lemaknya pun ada dua macam, yaitu lemak subkutan dan viseral.

Lemak subkutan berada di bawah kulit, yang bisa kamu pegang dan lihat. Sedangkan lemak viseral terdapat di wilayah organ dalam. Lantas, mengapa perut bisa buncit? Apakah karena makan terlalu banyak? Bacaterus punya 10 alasan atau penyebab kenapa perut kamu buncit meski berbadan kurus. Yuk, simak di bawah ini.

10 Alasan Kenapa Perut Buncit Seperti Hamil

1. Terlalu Banyak Makan

* sumber: www.educationquizzes.com

Hal pertama yang harus kamu tahu tentang alasan perut buncit adalah, terlalu banyak makan melebihi yang diperlukan tubuh. Apalagi asupan gizinya tidak dipertimbangkan. Ditambah, jika kamu kurang bergerak atau berolahraga, lemak di tubuh pasti menjadi sahabat yang akan selalu menemani.

Mulai sekarang, cobalah untuk mengurangi asupan makan dan memilah gizinya. Namun, apabila kamu tidak bisa melakukan hal tersebut, rajin-rajinlah berolahraga agar tubuh membakar semua lemak jahat.

2. Waktu Makan Tidak Teratur

* sumber: www.wsj.com

Kamu sudah mengurangi makan, olahraga cukup, tapi perut masih terlihat buncit? Salah satu penyebab utamanya adalah karena kamu memiliki jam makan yang buruk. Pola makan kamu tidar teratur. Tak sedikit orang yang makan ketika perutnya benar-benar lapar. Ketika itu terjadi, porsi makan pun tidak diperhatikan.

Dalam sebuah penelitian dikatakan, orang yang tidak memiliki waktu makan yang tidak teratur cenderung sering lapar pada jam-jam berikutnya. Tentu saja kebiasaan ini berbeda dengan mereka yang pola makannya teratur.

3. Terlalu Banyak Minuman dan Makanan Manis

* sumber: www.lipton.com

Tak sedikit orang yang tidak menyadari jika setiap harinya selalu mengonsumsi gula berlebih. Sejumlah makanan menjadi penyebab utama, seperti kue dan permen. Keduanya mengandung gula yang sangat tinggi. Untuk minuman, ada teh manis dan soda yang sangat memengaruhi berat badan.

Seberapa sering kamu memesan teh manis di tempat makan? Atau minum minuman bersoda setelah mengonsumsi kentang goreng di restoran cepat saji? Nah, jenis-jenis makanan dan minuman di atas mengandung fruktosa tinggi. Kandungan tersebut akan mengakibatkan lemak bertumpuk di perut ketika tubuh tak bisa mengolahnya dengan baik.

4. Makan Terburu-buru

Makan terburu-buru

* sumber: www.dianeyeo.com

Menurut penelitian yang dipublikasikan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, seseorang yang memiliki kebiasaan makan terburu-buru cenderung memiliki berat badan di atas normal. Mereka biasanya akan mengalami obesitas.

Penyebab berat badan bertambah saat makan cepat karena makanan yang masuk ke dalam perut sangat banyak. Otak tidak bisa mengidentifikasi seberapa banyak makanan yang telah kamu makan. Jumlah kalori dan lemak pun akhirnya melebihi kapasitas yang dibutuhkan tubuh. Maka dari itu, cobalah untuk makan pelan-pelan dan menyunyahnya lebih halus.

5. Konsumsi Alkohol Berlebih

* sumber: www.sokoshotels.fi

Selain makanan dan minuman manis, alkohol juga mengandung kalori yang sangat banyak. Meskipun berupa cairan, 12 ons bir biasa mengandung sekitar 154 kalori. Hanya saja, permasalahan utamanya bukan pada seberapa banyak kalori dalam alkohol. Tapi, tubuh tidak dapat memproses pembakaran lemak ketika kalori dalam alkohol masuk.

Sistem kerja metabolisme tubuh akan mendahulukan untuk mengelola kalori pada alkohol dibanding lemak yang telah masuk sebelumnya. Akhirnya, lemak dibiarkan dan menumpuk di sejumlah bagian tubuh, terutama perut. Setelah menumpuk terlalu banyak, tubuh akan kesulitan dalam mengolahnya.

6. Terlalu Banyak Duduk

* sumber: www.cardinus.com

Sebarapa lama kamu duduk setiap harinya di tempat kerja atau di bangku sekolah? Kebiasaan ini sudah menjadi rahasia umum sebagai penyebab bertambahnya berat badan dan perut buncit.

Menurut dokter Spesialis Bedah Orthopaedi Tulang Belakang RS Premier Bintaro, dr. Harmantya Mahadhipta, yang dikutip dari Jawapos.com, batas normal duduk itu paling lama 1 jam. Setelah itu, kamu berdiri atau kursinya di rebahkan beberapa menit.

Selain menyebabkan kenaikan berat badan, terlalu lama duduk juga dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit berbahaya, seperti jantung dan tulang belakang. Bahkan parahnya, duduk lebih dari 9 jam per hari meningkatkan risiko kematian dini.

7. Kurang Tidur

* sumber: edition.cnn.com

Tidur adalah cara dan waktu terbaik bagi tubuh untuk memperbaiki seluruh sel yang telah digunakan seharian. Kekurangan tidur menyebabkan tubuh kelelahan dan tidak fit. Hal ini juga membuat berat badan meningkat dari sebelumnya.

Banyak ilmuan telah meneliti jika tidur yang baik itu adalah lima hingga delapan jam sehari. Jika kurang dari itu, risiko kenaikan badan akan meningkat jauh lebih tinggi.

8. Stres

* sumber: indea.me

Hormon stres atau kelenjar adrenal memproduksi Kortisol. Hormon Kortisol akan membantu tubuh merespon stres. Akibatnya, stres memicu kerja tubuh jadi tidak beraturan. Pola makan jadi tidak teratur. Nafsu makan pun dapat bertambah. Apalagi terhadap makanan yang manis-manis.

Makanya, stres menjadi salah satu faktor penyebab kenaikan berat badan dan perut buncit. Mulai sekarang, hindari hal-hal yang membuatmu stres.

9. Bakteri di Usus

* sumber: nutritionreview.org

Usus merupakan rumah bagi banyaknya bakteri. Bakteri-bakteri itu pun ada yang berguna untuk tubuh, tapi tak sedikit juga malah merugikan. Salah satu yang merugikan adalah bakteri Firmicutes pada usus besar.

Bakteri Firmicutes dapat menyerap jumlah kalori yang sangat banyak. Setelah itu, ketika tubuh kebanyakan kalori, lemak pun akan meningkat jika kamu tidak banyak bergerak. Dalam hal ini, sejumlah peneliti menemukan bahwa orang gemuk memiliki jumlah bakteri Firmicutes lebih banyak daripada orang kurus.

10. Faktor Menopause

Faktor menopause

Beberapa perempuan mengalami kenaikan lemak perut ketika berada dalam fase ini. Biasanya, menopause terjadi setelah satu tahun periode menstruasinya berakhir. Pada fase ini, kadar estrogen turun secara signifikan dan mengakibatkan perut dipenuhi lemak.

Bagaimana, sekarang tahu kan kenapa perut jadi buncit? Untuk itu, hindari beberapa kebiasaan di atas dan ubah gaya hidup.  Ingin tahu mengatasi perut buncit? Baca artikel Cara Mengecilkan Perut Buncit ini dan welcome tubuh sehat!

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Randi Mulyadi
Penulis lepas

Leave A Comment