Bacaterus / Film Artis Hollywood / 10 Aktor Terkenal yang Wafat di Tengah Produksi Film

10 Aktor Terkenal yang Wafat di Tengah Produksi Film

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Semua yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kematian bisa datang kapan saja, bahkan pada saat kita sedang bekerja. Dalam sebuah produksi film, wafatnya salah satu aktor tentunya akan mempengaruhi jalannya proses syuting. Bisa jadi produksi dihentikan atau dilanjutkan dengan beberapa penyesuaian.

Tragedi wafatnya aktor di tengah produksi film, terutama aktor utama, tidak seringkali terjadi, tetapi jumlahnya cukup banyak juga. Dari era 1950an hingga kini, ada beberapa aktor terkenal yang wafat di tengah produksi film. Berikut Bacaterus telah merangkumnya ke dalam 10 aktor yang wafat di tengah produksi film.

10 Aktor yang Wafat Saat Produksi Film

1. Tyrone Power [15 November 1958]

* sumber: www.cheatsheet.com

Aktor terkenal di era 1930an hingga 1950an ini mengalami serangan jantung ketika melakukan syuting adegan pertarungan pedang di Madrid untuk film Solomon and Sheba [1959] karya King Vidor. Proses syuting tersebut diulang hingga berkali-kali dan berhenti ketika Power mengeluh tentang tangannya yang sakit.

Power dibawa ke ruang ganti artis dan tidak tahu apa yang terjadi, dia dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil milik aktris Gina Lollabrigida. Power dinyatakan meninggal di rumah sakit. Produksi film saat itu sudah mencapai 75% dan membuat bingung semua pihak.

Edward Small selaku produser membuat beberapa rencana, salah satunya adalah mengganti naskah dengan menggunakan rekaman adegan Power yang sudah selesai, dan akan diberi judul “Solomon muda”, lalu menampilkan aktor lain sebagai Solomon di usia yang lebih tua.

Akhirnya, Small menawarkan peran Solomon kepada Yul Brynner dan melanjutkan proses syuting yang memakan waktu 10 minggu untuk pengambilan ulang adegan yang diperankan Power dengan bujet tambahan sebesar $6 juta. Hasilnya, film ini menjadi salah satu film box-office di tahun itu, meski dikritik secara kualitas.

2. Marilyn Monroe [5 Agustus 1962]

* sumber: www.scoopwhoop.com

Aktris yang hingga kini masih menjadi icon populer ini meninggal karena overdosis, meski hal ini masih diragukan dan mengundang beberapa teori konspirasi atasnya. Pada saat itu, Monroe sedang dalam proses produksi film dengan judul Something’s Got to Give yang kemudian dibatalkan dan tidak pernah dirilis.

Wanita cantik berambut pirang ini memang mengalami banyak masalah dalam hidupnya, sejalan dengan kesuksesan karirnya yang mendunia. Pada masa itu, sepertinya semua orang mengenal dirinya. Film terakhirnya yang tidak dirilis ini kemudian ditampilkan dalam bentuk footage di film dokumenter Marilyn Monroe: The Final Days [1999].

3. Bruce Lee [20 Juli 1973]

Bruce Lee [20 Juli 1973]

* sumber: www.scoopwhoop.com

Icon Kung-Fu populer ini wafat saat melakukan proses syuting film Game of Death yang sebelumnya telah mengalami banyak penundaan karena terbentur jadwal syuting Lee untuk film Enter the Dragon [1973]. Kematian Lee, yang diduga karena cerebral edema, membuat proses syuting film ditunda dan tidak dilanjutkan.

Di tahun 1978, Game of Death dirilis dengan menggunakan potongan rekaman dari hasil syuting di tahun 1972. Yuen Biao dan Kim Tai-Jong menjadi body double bagi Lee di sisa film. Alur ceritanya diubah dari versi aslinya. Para pemeran di film aslinya dihadirkan kembali untuk melanjutkan karakternya.

Film ini menjadi box-office di Hong Kong ketika dirilis, meski mendapat banyak cibiran karena dianggap kurang bagus dalam editing-nya. Tetapi beberapa tahun kemudian, film ini menyandang predikat cult classic dan disandingkan dengan film-film Bruce Lee lainnya.

4. Brandon Lee [31 Maret 1993]

* sumber: www.cheatsheet.com

Putra satu-satunya dari sang maestro Kung-Fu Bruce Lee ini juga mengalami nasib yang sama dengan ayahnya. Bedanya, kematiannya dikarenakan kesalahan dalam menggunakan senjata api sebagai properti yang ternyata berisi peluru sungguhan. Peristiwa ini terjadi pada saat proses syuting The Crow [1994].

Setelah banyak berperan dalam film-film action kelas B, akhirnya Brandon Lee mendapat peran utama dalam sebuah produksi besar di film terakhirnya ini. Peluru yang menembus abdomen, meski sudah menjalani operasi, tetap tidak bisa menyelamatkan nyawa Lee.

Untuk menuntaskan film ini, sutradara Alex Proyas dan tim produksi menggunakan stunt double dan banyak special effect untuk menyamarkan sosok Lee yang telah wafat. Saat rilis, film ini menuai pujian karena temanya dan juga performa Brandon Lee yang tampil baik.

5. River Phoenix [31 Oktober 1993]

* sumber: www.deadline.com

Aktor muda ini tidak sempat menyelesaikan syuting film Dark Blood karena wafat dalam kondisi overdosis di sebuah nightclub di daerah Hollywood. Karirnya yang saat itu sedang berada di puncak pada usia 23 tahun, adalah idaman semua anak muda di zamannya.

Produksi film yang sudah mencapai 80% terpaksa berhenti karena wafatnya Phoenix. Selama bertahun-tahun, sutradara George Sluizer mencari cara untuk menyelesaikan filmnya ini. Akhirnya, untuk sisa ceritanya, dibuat secara narasi olehnya sendiri dan dirilis pertama kali di YouTube sebelum akhirnya diputar di beberapa festival film internasional.

Respon yang didapat cukup baik, meski terkesan dipaksakan karena film ini dirilis di tahun 2012, hampir 19 tahun setelah wafatnya Phoenix. Meski begitu, film ini mampu mengobati kerinduan para fans-nya, walau perannya di sini sebagai tokoh antagonis. Film ini juga menjadi film terakhir sang sutradara.

6. Raul Julia [24 Oktober 1994]

* sumber: www.aveleyman.com

Aktor Puerto Rico yang terkenal secara internasional ini lebih dikenal karena penampilannya di pentas teater dan serial TV. Street Fighter [1994], yang merupakan adaptasi dari games terkenal ini, menjadi film terakhirnya di mana dirinya berperan sebagai General M. Bison, tokoh antagonis utama.

Meski filmnya memiliki kualitas yang buruk dan tidak berdaya di tangga box-office, walau sudah menampilkan Jean-Claude Van Damme dan Kylie Minogue, performa Julia di film ini berhasil membawanya masuk sebagai nominator untuk kategori Best Supporting Actor di ajang Saturn Award.

Kematiannya diakibatkan dari kejadian di awal tahun 1994 di mana dirinya mengalami keracunan makanan saat syuting The Burning Season di Mexico, yang menyebabkannya menderita kanker perut. Demi mengabulkan keinginan anaknya yang merupakan fans dari Street Fighter, Julia memaksakan diri untuk melakukan syuting dalam kondisi sakit di Australia.

7. Oliver Reed [2 Mei 1999]

Oliver Reed [2 Mei 1999]

* sumber: www.scoopwhoop.com

Aktor kawakan asal Inggris yang sudah kenyang membintangi beberapa film sukses ini wafat ketika sedang dalam proses syuting film kolosal Gladiator [2000] di Malta yang diakibatkan karena serangan jantung. Banyak yang mengira, hal ini terjadi karena kebiasaannya menenggak minuman beralkohol.

Untuk menuntaskan adegan Reed di film karya Ridley Scott ini, tim produksi menggunakan stunt double dan beberapa footage dari hasil syuting sebelum dia wafat. Hasilnya, film ini sukses besar dan dianggap sebagai salah satu film kolosal terbaik. Film ini pun berjaya di tangga box-office dan ajang penghargaan film di seluruh dunia.

8. Heath Ledger [22 January 2008]

Heath Ledger [22 January 2008]

* sumber: www.allmovie.com

Satu lagi aktor yang wafat karena overdosis di saat karirnya sedang bagus. Setelah menyelesaikan syutingnya sebagai Joker di The Dark Knight [2008], Ledger tidak bisa menyelesaikan tugasnya sebagai pemeran utama di The Imaginarium of Doctor Parnassus [2009].

Uniknya, untuk menggantikannya dalam beberapa adegan yang penuh imajinasi dan fantasi ini, tiga aktor terkenal menggantikan posisinya, yaitu Johnny Depp, Colin Farrell, dan Jude Law. Sutradara Terry Gilliam sangat cerdas untuk menampilkan mereka bertiga sebagai pengganti Ledger tanpa mengubah naskah dan konsep yang sudah direncanakan.

9. Paul Walker [30 November 2013]

Paul Walker [30 November 2013]

* sumber: www.scoopwhoop.com

Kematian aktor tampan ini karena kecelakaan mobil terasa sangat mengejutkan. Pribadi yang rendah hati dan murah senyum ini wafat sebelum dia merampungkan proses syuting untuk franchise film yang melambungkan karirnya, Furious 7 [2015].

Tragedi ini menjadikan film action yang bertabur bintang ini berada dalam mood yang sendu, terutama di akhir film, di mana karakter yang diperankan olehnya memutuskan untuk berpisah dari tim pimpinan Vin Diesel demi keluarganya. Ditambah lagi dengan lantunan lagu “See You Again” dari Wiz Khalifa dan Charlie Puth.

Untuk menyelesaikan syuting film ini, dua saudara kandung Walker direkrut untuk menggantikan sosok Walker, ditambah dengan special effect yang dipersembahkan oleh WETA Digital yang terkenal sangat detil dalam mengerjakan visual effect dalam film.

10. Philip Seymour Hoffman [2 Februari 2014]

Philip Seymour Hoffman [2 Februari 2014]

* sumber: www.scoopwhoop.com

Aktor peraih Oscar yang terkenal dengan kehandalannya dalam berakting ini wafat saat proses syuting film The Hunger Games: Mockingjay – Part 2 [2015]. Perannya sebagai Plutarch Heavensbee cukup berpengaruh dalam jalinan cerita. Kematian Hoffman dikarenakan overdosis di apartemennya.

Untungnya, Hoffman telah menyelesaikan mayoritas adegannya dan menyisakan dua adegan yang akhirnya diubah naskahnya dan tidak menggunakan manipulasi CGI untuk menghormati sosoknya yang telah wafat.

Jika melihat dari daftar di atas, sebagian besar kematian para aktor ini adalah overdosis dan kebiasaan meminum alkohol, lainnya adalah karena penyakit. Tekanan yang besar dan beban berat yang mereka tanggung tanpa adanya mental yang kuat, membuat mereka menggunakan narkoba dan alkohol sebagai pelarian.

Ternyata, karir yang sukses dan harta berlimpah tidak menjamin sebuah kebahagiaan. Jiwa yang kosong dari keimanan akan menghasilkan rasa putus asa yang berkepanjangan dan berakhir dengan keputusan untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Semoga kisah-kisah tragis di atas tidak kembali terulang di masa depan.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *