advertisements

Beberapa bulan belakangan ini dunia digemparkan oleh penyakit Ebola yang menyerang kawasan Afrika. Tidak hanya Afrika, penyakit ini juga lambat laun mulai menyebar ke berbagai belahan dunia yang lain. Sebelum penyakit ini masuk ke wilayah Indonesia, maka ada baiknya bagi kita untuk mengetahui berbagai karakteristik virus ebola pada manusia agar kita tidak ikut tertular.

Ebola sendiri merupakan jenis virus yang langka namun cukup mematikan karena bisa menyebabkan pendarahan di bagian dalam dan luar tubuh. Penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut sering dinamai Ebola hemorrhagic fever atau demam berdarah Ebola. Namun banyak orang menyebutnya dengan istilah “Ebola” saja.

advertisements

Virue Ebola yang menyerang manusia akan merusak sistem kekebalan dan juga organ tubuh. Menurut catatan WHO, tingkat kematian yang disebabkan oleh Ebola berada pada kisaran 50%. Namun angka tersebut tidaklah pasti karena tingkat kematian setiap tahunnya bervariasi antara 25% hingga 90%.

Awal Kemunculan Virus Ebola

Penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di dua tempat sekaligus yakni di Nzara, Sudan dan di Yambuku, Republik Demokratik Kongo. Di Kongo, wabah penyakit tersebut terjadi di desa yang berdekatan dengan sungai Ebola. Nama sungai tersebut kemudian diabadikan sebagai nama virus dan penyakit ini.

Semenjak kejadian tersebut, virus Ebola mulai menyebar ke berbagai negara Afrika lainnya Guinea, Sierra Leone, dan Liberia. Bahkan pada tahun 2014 ini virus tersebut sudah mulai menyebar ke luar Afrika, salah satunya adalah Amerika Serikat.

Penyebab Ebola

virus ebola pada manusia

Virus Ebola

Hingga saat ini para pakar meyakini jika virus Ebola hidup secara alami pada kelelawar buah dari family Pteropodidae. Virus tersebut biasanya menyebar ke binatang lain melalui air liur kelelawar yang menempel di sisa buah yang telah dimakan sebelumnya.

Virus tersebut kemudian menyebar ke manusia melalui kontak fisik dengan darah, cairan tubuh, serta organ dari binatang yang terinfeksi, baik itu binatang yang masih hidup atau sudah mati. Beberapa binatang tersebut di antaranya adalah monyet, simpanse, gorila, kelelawar buah, antelop, dan landak yang sedang sakit atau sudah mati.

Setelah masuk ke tubuh manusia, virus ebola pada manusia ini kemudian dapat menyebar ke manusia lainnya melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh dari orang yang sudah terinfeksi. Penyebaran juga bisa melalui baju, kasur, jarum suntik, atau benda lainnya yang terkena cairan dari tubuh manusia yang telah terinfeksi.

Penderita Ebola yang meninggal juga bisa menularkan virus apabila terjadi kontak langsung dengan orang-orang yang mengurusi pemakaman. Sperma dan Air susu dari seorang yang terinfeksi juga dapat menyebarkan virus Ebola ke orang lain. Bahkan, virus ini akan bertahan di sperma pasien selama 7 minggu setelah ia dinyatakan sembuh.

Gejala Ebola

virus ebola pada manusia

Salah satu gejala penyakit Ebola

Masa inkubasi virus Ebola berlangsung antara 2 hingga 21 hari semenjak virus tersebut masuk ke tubuh. Gejala awal dari penyakit ini biasanya adalah demam, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit perut, lemas, dan berkurangnya nafsu makan.

Ketika penyakit ini sudah mulai parah penderita juga akan mulai mengalami ruam di kulit, menurunnya fungsi hati dan ginjal, bahkan hingga mengalami pendarahan internal dan eksternal. Pendarahan tersebut terjadi pada hidung, mata, telinga, muntah darah, batuk berdarah, hingga diare berdarah.

Pengobatan Ebola

advertisements

Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus untuk penyakit Ebola ini. Pemberian cairan secara oral ataupun infus sangat disarankan untuk penderita Ebola. Selain itu, pengobatan dari berbagai gejala yang terjadi dapat meningkatkan peluang untuk sembuh.

Berbagai macam penelitian mengenai pengobatan yang tepat untuk penderita Ebola sampai saat ini masih dilakukan, baik itu melalui tranfusi darah, terapi imun, hingga terapi obat. Namun belum ada satupun vaksin yang mendapat lisensi untuk Ebola. Untungnya saat ini sudah ada dua vaksin potensial untuk Ebola yang sedang dalam proses percobaan.

Pencegahan Penyakit Ebola

penyakit Ebola

Pembakaran benda bekas penderita Ebola

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ya, istilah tersebut tentu saja berlaku untuk penyakit Ebola ini. Terdapat beberapa tindakan yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyebaran dari virus Ebola ini, di antaranya adalah:

1. Menghindari kontak langsung dengan binatang liar

Salah satu penyebab pertama dari penyebaran virus Ebola adalah adanya kontak antara manusia dengan hewan liar yang sudah terinfeksi. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan pelindung semacam sarung tangan atau masker ketika akan menyentuh binatang liar.

Pastikan juga Anda tidak memakan daging mentah dari berbagai binatang liar tersebut. Jika memang ingin memakannya, Anda harus memasak daging dan berbagai organ tubuh lainnya secara matang agar virus yang ada di dalamnya mati.

2. Mengindari kontak dengan penderita Ebola

Cara yang selanjutnya adalah menghindari kontak dengan penderita Ebola, baik itu kontak jarak dekat atau kontak langsung, terutama dengan cairan tubuhnya. Pastikan Anda melakukan cuci tangan setelah mengunjungi pasien Ebola.

3. Karantina daerah yang terjangkit Ebola

Jika pada suatu daerah terdapat kasus Ebola, maka disarankan bagi orang-orang yang tinggal di daerah tersebut untuk tidak pergi ke luar daerahnya sebelum dinyatakan bebas dari Ebola. Kurangi juga interaksi sosial untuk meminimalisir tingkat penyebarannya.

4. Bersihkan berbagai benda yang terkena kontak

Cara yang terakhir adalah membersihkan berbagai benda yang telah mengalami kontak dengan penderita Ebola. Selain itu jika penderita Ebola tersebut meninggal, pastikan proses penguburannya dilakukan secara higienis dan menghindari kontak langsung dengan jasadnya.

Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai penyakit dan virus ebola pada manusia. Meskipun belum ada kasus mengenai penyakit ini di Indonesia, namun setidaknya kita bisa mulai mencegah dan mengantisipasi kemunculannya di sini. Intinya, hidup bersih akan menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit.

Artikel Menarik Lainnya: