advertisements

Zaman sekarang, mencari pekerjaan itu susah.”

Pernah mendengar seseorang mengatakan kalimat itu? Atau justru Anda sendiri yang merasakannya? Era globalisasi dan perdagangan bebas memang berpengaruh besar pada tingkat kesulitan dalam mencari pekerjaan.

advertisements

Selain itu, kriteria yang diinginkan perusahaan semakin hari makin bervariasi dan berujung mempersulit; seperti jumlah IPK yang tinggi, pengalaman bekerja di bidang tertentu selama beberapa tahun, dan jumlah skor sertifikat kebahasaan yang tinggi.

Setiap tahunnya kampus mengeluarkan sedikitnya dua ribu lulusan sarjana, dikalikan ribuan atau mungkin ratusan ribu instansi pendidikan di seluruh penjuru Indonesia, membuat para pencari pekerjaan semakin menumpuk saja.

Belum lagi ditambah dengan lulusan sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan. Jika melihat jumlah lapangan pekerjaan yang ditawarkan dan juga syarat-syaratnya yang tergolong sulit, tawaran pekerjaan dengan syarat mudah dan gaji besar tentu saja terlihat menggiurkan, bukan?

Jika dulu Anda mencari lowongan pekerjaan dari koran, televisi, atau media lainnya, sekarang menjadi tidak terlalu sulit dengan hadirnya website-website penyedia informasi loker (lowongan pekerjaan). Tapi, dibutuhkan kehati-hatian untuk mencari loker yang benar. Maksud dari kata benar di sini adalah, tidak sedikit website penyalur informasi loker itu memberikan informasi yang salah, alias penipuan.

Saya sendiri sempat tergiur akan lowongan pekerjaan di internet, yaitu dari beberapa perusahaan BUMN dan swasta terkenal yang menawarkan gaji besar dengan syarat yang tidak terlalu sulit.

 

Lowongan Pekerjaan (yang katanya) dari Perum Perhutani

Lowongan Pekerjaan (yang katanya) dari Perum Perhutani

 

Lowongan Pekerjaan (yang katanya) dari PT Philips

Lowongan Pekerjaan (yang katanya) dari PT Philips

Singkat cerita, saya pun mengirimkan surat lamaran dan CV, lengkap dengan pas foto dan nomor telepon yang dihubungi via email yang tertera di keterangan dua loker tersebut. Tidak perlu waktu lama, hanya dua hari saja, saya mendapatkan SMS pemberitahuan untuk mengecek e-mail.

SMS dari (yang katanya) Manager HRD Perum Perhutani

SMS dari (yang katanya) Manager HRD Perum Perhutani

 

SMS dari (yang katanya) PT Philips

SMS dari (yang katanya) PT Philips

advertisements

Saya mengecek e-mail dan benar saja, ada pesan balasan atas lamaran pekerjaan yang saya apply. Katanya, saya lolos seleksi awal dan diharapkan untuk datang ke lokasi tertentu untuk tes seleksi selanjutnya.

Di sini saya mulai curiga. Pertama, nomor yang digunakan untuk menghubungi saya adalah nomor telepon konvensional. Kedua, pihak (yang katanya) dari perusahaan itu mengirim SMS, bukankah biasanya perusahaan akan menelepon jika lamaran kita diterima?

Ketiga, e-mail yang mereka kirimkan masuk SPAM (bahkan e-mail saya sudah memfilter pesan itu sebagai thread. Sayanya saja yang kurang peka), dan bahkan oknum Perum Perhutani dengan baik hati memberi tahu saya bahwa barangkali e-mail yang mereka kirimkan melenceng ke folder SPAM.

Tidak hanya itu saja, alamat email yang mereka gunakan juga masih menggunakan layanan Gmail yang notabene adalah layanan email gratis. Sebagai informasi, perusahan-perusahaan resmi biasanya akan menggunakan alamat email khusus untuk perusahaan mereka sendiri, bukan dari Gmail, Yahoo Mail, dan sejenisnya.

Keempat, gaya bahasa SMS mereka terlalu tidak resmi untuk instansi sekelas Perum Perhutani dan PT Philips, bukan?

 

e-mail dari (yang katanya) Perum Perhutani.

e-mail dari (yang katanya) Perum Perhutani.

Bahkan Yahoo saya sudah mengindikasi file tersebut sebagai kesalahan.

e-mail dari (yang katanya) PT Philips.

e-mail dari (yang katanya) PT Philips.

Saya mengunduh file word yang kedua oknum itu kirimkan, lalu saya tertawa. Format ‘surat panggilan’ mereka sangat persis.

‘Surat Panggilan’ dari ‘Perum Perhutani’

‘Surat Panggilan’ dari ‘Perum Perhutani’

 

 

Gaji yang ditawarkan ‘Perum Perhutani’. Wow bukan?

Gaji yang ditawarkan ‘Perum Perhutani’. Wow bukan?

 

‘Surat Panggilan’ dari ‘PT Philips’

‘Surat Panggilan’ dari ‘PT Philips’

 

Gaji yang ditawarkan ‘PT Philips’

Gaji yang ditawarkan ‘PT Philips’

Bentuk ‘surat panggilan’ kedua oknum tersebut persis, bahkan sama. Pertama-tama, mereka menyisipkan watermark nama perusahaan, kata-kata penerimaan lamaran kerja, dan mereka meminta saya datang ke lokasi yang sangaaaat jauh dari tempat tinggal saya (Cimahi).

‘Perum Perhutani’ meminta saya datang ke Surabaya dan ‘PT Philips’ meminta saya datang ke Bali. Kata mereka, saya diwajibkan menggunakan jasa Traveloka karena sudah bekerja sama dengan mereka, agar memudahkan mobilisasi.

iklan traveloka

Ketika saya belum mendapatkan SMS dan e-mail dari ‘PT Philips’, saya cukup senang ketika saya lolos tahap awal ‘Perum Perhutani’. Tapi, karena saya diminta datang ke Solo, yang tentu saja sangat jauh (11 jam menggunakan kereta api dan 1,5 jam menggunakan pesawat), saya meminta persetujuan orang tua saya terlebih dahulu.

Orang tua saya heran, kenapa tempat tesnya jauh sekali, lalu saya diminta mencari info lebih lanjut. Kebetulan saya memiliki keluarga yang bekerja di Perum Perhutani (sungguhan). Setelah saya menceritakan semuanya pada keluarga saya itu, berikut kecurigaan awal saya mengenai lamaran pekerjaan ini, keluarga saya mencari informasi lebih lanjut ke bagian personalia dan beliau mengatakan bahwa Perum Perhutani tidak sedang membuka lowongan pekerjaan.

Saya langsung panas-dingin. Ternyata ini penipuan, dan saya sudah mengirim CV yang berisi foto, alamat lengkap, e-mail, daftar social media yang saya gunakan, dan nomor handphone. Saya jadi takut sendiri, semoga tidak diapa-apakan deh data pribadi saya.

Keluarga saya menyarankan saya untuk membuka website resmi Perum Perhutani lalu mengunjungi kolom Karir – Rekrutmen di Perum Perhutani. Berikut yang disebutkan oleh website resmi Perum Perhutani:

Pernyataan dari website resmi Perum Perhutani

Pernyataan dari website resmi Perum Perhutani

Jadi, jelas sudah bahwa loker yang saya dapatkan dari salah satu website penyedia informasi loker itu adalah PENIPUAN.

Saya harap tulisan ini dapat membantu Anda agar lebih hati-hati saat mengaplikasikan lamaran pekerjaan via internet. Saya akan memberi beberapa tips untuk menghindari penipuan semacam ini:

  • Pastikan website penyedia informasi loker terpercaya

Dapat dilihat dari feedback pelanggan milis website tersebut, atau informasi yang mereka bagikan valid atau tidak.

  • Lihat deskripsi perusahaan

Biasanya di awal lamaran pekerjaan, perusahaan akan mencantumkan deskripsi singkat mengenai perusahaan mereka. Jika deskripsinya terlalu panjang seperti gambar-gambar yang saya perlihatkan di atas, mungkin itu penipuan.

  • Lihat ketentuan

Biasanya, perusahaan akan meminta syarat yang spesifik. Seperti minimal S1 jurusan Teknik Informatika untuk lowongan pekerjaan IT. Dapat dilihat dari gambar yang saya bagikan di atas bahwa mereka menerima segala bidang dari lulusan SMA sampai S3 (terlalu menggiurkan, bukan, untuk para job seeker?).

  • Lihat e-mail perusahaan

Saya rasa semua perusahaan resmi sudah menggunakan e-mail khusus dengan alamat sesuai dengan nama perusahaan. Misalnya: customercare@jne.co.id

Jika perusahaan yang akan Anda kirimkan lamaran menggunakan email konvensional seperti yahoo atau google, Anda patutnya curiga.

  • Kontak

Rata-rata perusahaan akan menelepon Anda jika lamaran Anda diterima, bukan me-SMS.

  • Tes

Kalau pun Anda diterima dan dipanggil untuk melakukan serangkaian tes lanjutan, saya rasa lokasi tesnya akan masuk akal, seperti tes di perusahaan yang ada di area Anda. Tidak seperti oknum yang saya ceritakan di atas, meminta saya datang ke Semarang dan Bali sedangkan saya di Cimahi. Jangan-jangan nanti saya di sana malah diculik? Hiiii, seram.

  • Gaji

Perusahaan tidak akan mencantumkan kisaran gaji pada loker yang mereka bagikan. Gaji akan didiskusikan nanti ketika sesi wawancara. Jadi, jangan tergiur dengan jumlah gaji besar yang tentu saja tidak masuk akal.

  • Re-check

Cek lagi informasi yang Anda dapatkan, baik itu dari online maupun offline. Apakah benar perusahaan tersebut sedang membutuhkan pegawai, posisi yang ditawarkan, perusahaan itu betul-betul ada atau tidak, dan cek jika perusahaan itu memang memiliki cabang di tempat lain.

Sekiranya begitu informasi yang dapat saya sampaikan mengenai penipuan lowongan pekerjaan online yang saya alami. Semoga bermanfaat dan membuat Anda dapat lebih berhati-hati lagi. Semoga kita semua mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan.

Artikel Menarik Lainnya: