advertisements

Jika menyebut nama Cate Blanchett yang terbersit adalah kualitas aktingnya yang sangat mumpuni. Untuk aktris seusianya, Blanchett adalah yang paling terdepan jika berbicara tentang performa akting dalam film-filmnya. Kemampuannya sudah diakui oleh para sutradara dan aktor-aktris lain yang pernah bekerja sama dengannya dan juga beberapa penghargaan dari banyak festival film dunia.

Terlahir dengan nama Catherine Elise Blanchett pada 14 Mei 1969 di Melbourne, Australia, Blanchett menempa kemampuan aktingnya lewat pentas-pentas teater di negaranya yang membawanya untuk berakting juga di beberapa serial televisi yang mengantarkannya menembus industri perfilman Australia, Inggris dan AS.

advertisements

Sudah lebih dari 50 film layar lebar yang dibintanginya, dan hampir semuanya menampilkan totalitas aktingnya yang berkesan, dan lebih dari 20 pentas teater yang pernah dijalaninya, membuat pilihan kami untuk menampilkan sepuluh film terbaik dari ibu empat anak ini menjadi sangat berat. Dan inilah hasilnya.

Elizabeth [1998]

elizabeth cate blanchett

Film produksi Inggris yang disutradarai oleh Shekhar Kapur ini adalah yang bertanggung jawab dalam perkembangan karir film Blanchett. Perannya sebagai Queen Elizabeth I of England sangat sangat sangat berkesan bagi semua yang pernah menonton filmnya.

Tempaan pentas teater telah membuatnya bisa dengan meyakinkan masuk ke dalam karakter Ratu Inggris yang dijuluki sebagai “Virgin Queen” karena memilih untuk mengurus negaranya daripada menikah. Untuk pertama kalinya, Blanchett berhasil dinominasikan untuk kategori Best Actress di Academy Awards dan berhasil memenanginya di BAFTA Awards dan Golden Globe Awards.

The Lord of the Rings Trilogy & The Hobbit Trilogy

The Lord of the Rings Trilogy

Sebagai salah satu aktris yang sedang naik daun, tentu saja banyak sutradara yang ingin bekerja sama dengannya. Salah satunya adalah Peter Jackson, yang berhasil meyakinkannya untuk berperan sebagai Galadriel dalam double-trilogy tentang Middle Earth yang diadaptasi dari rangkaian novel best-seller karya J.R.R. Tolkien.

Wajah Blanchett yang sebenarnya tegas, tampak lembut layaknya bangsa peri lainnya, tetapi tidak menghilangkan ketegasannya, apalagi saat dirinya harus turun tangan membantu pertempuran demi menyelamatkan Middle Earth dari kekuasaan jahat Sauron.

Meskipun tampil dalam rentang lebih dari sepuluh tahun, anehnya, penampilan Blanchett sebagai Galadriel tidak pernah berubah menjadi tua dari film ke film.

The Aviator [2004]

The Aviator

Dalam film arahan sutradara legendaris Martin Scorsese ini, Cate Blanchett mampu menghidupkan peran sebagai Katharine Hepburn, aktris Hollywood terkenal di era 1940an hingga 1960an, yang juga menjadi kekasih Howard Hughes, seorang ahli penerbangan yang berkecimpung di dunia film.

Meski wajahnya tidak terlalu mirip dengan Hepburn, tetapi aura sang aktris legendaris itu mampu terbawa olehnya dalam setiap adegan yang menampilkannya. Tentu saja performanya ini membawanya meraih banyak penghargaan, salah satunya adalah dari Academy Awards di kategori Best Supporting Actress.

Babel [2006]

advertisements

Dalam film yang menjadi penutup Death Trilogy karya  Alejandro Gonzalez Inarritu ini, Blanchett adalah satu dari beberapa bintang film yang terlibat dalam salah satu dari tiga kisah utama yang seperti tidak ada hubungannya tetapi ternyata memiliki benang merah cerita.

Cate Blanchett berperan sebagai wisatawan yang berkunjung ke Maroko bersama suaminya. Dalam perjalanan, tiba-tiba dirinya tertembak dari kejauhan oleh sosok yang tidak terlihat oleh para penumpang di dalam bus. Aktingnya di sepanjang film mampu mengundang rasa kasihan dan kepedihan dari para penonton meski adegannya selalu berpindah-pindah ke dua kisah lainnya.

Notes on a Scandal [2006]

Dalam film produksi Inggris yang disutradarai oleh Richard Eyre ini, Blanchett berperan sebagai guru seni di sekolah yang menjalin hubungan asmara dengan siswanya. Hal ini diketahui oleh seorang guru sejarah yang sudah mendekati masa pensiun.

Dengan berbagai macam intimidasi, mulai dari ringan hingga ancaman pengaduan ke pihak sekolah, guru sejarah ini berhasil masuk ke dalam kehidupan Blanchett dan merusaknya. Ternyata, guru sejarah ini punya motivasi tersendiri atas Blanchett. Untuk ketiga kalinya, Blanchett masuk nominasi Oscar, kali ini untuk kategori Best Supporting Actress.

Elizabeth: The Golden Age [2007]

Elizabeth: The Golden Age

Berperan kembali sebagai Queen Elizabeth I of England, Cate Blanchett menampilkan kualitas akting yang memukau sebagai seorang ratu di salah satu periode tersulit dalam sejarah Inggris, ketika banyak rongrongan dari luar negeri dan juga dari bangsa sendiri.

Masih di sutradarai oleh Shekhar Kapur dengan iringan musik karya A.R. Rahman, film ini diakui para kritisi sebagai salah satu film sejarah terbaik, meski banyak sejarawan yang menyatakan banyak fakta di film ini tidak akurat dengan jalan sejarah. Blanchett dinominasikan untuk kategori Best Actress di Academy Awards.

I’m Not There [2007]

I’m Not There

Bob Dylan adalah salah satu musisi populer dan jenius yang telah diakui kualitasnya oleh warga dunia dan musisi lain pada khususnya. Film ini bukanlah biografi Bob Dylan, tetapi 7 kisah yang terinspirasi dari hidup dan musik karyanya.

Ada 7 aktor dan aktris yang berperan sebagai personifikasi Bob Dylan, salah satunya adalah Blanchett sebagai Jude Quinn, yang kisahnya terinspirasi dari fase hidup Bob Dylan ketika dirinya menggelar konser dengan musik full electric yang diluar kebiasaannya dan dikritik pedas oleh banyak orang.

Karena aktingnya yang keren, Blanchett dinominasikan di kategori Best Supporting Actress di ajang Academy Awards dimana dirinya pada saat bersamaan juga dinominasikan di kategori Best Actress dari film Elizabeth: The Golden Age.

The Curious Case of Benjamin Button [2008]

The Curious Case of Benjamin Button

Dalam film adaptasi cerpen karya F. Scott Fitzgerald ini, Blanchett kembali dipasangkan dengan Brad Pitt setelah pernah bersama di Babel. Kisahnya unik, di mana Benjamin Button memiliki usia kehidupan yang terbalik, terlahir tua renta dan wafat dalam kondisi bayi, mendapat sanjungan publik dan kritikus atas pemaparan visualisasi dan rangkaian cerita yang baik khas sutradara David Fincher.

Peran Blanchett sebagai kekasih Benjamin Button sangat krusial dalam kisahnya, dan mampu dibawakan dengan baik olehnya, terutama untuk adegan di mana usia mereka bertemu dalam umur yang sama. Dan jangan lupakan adegan terakhir di mana Benjamin Button wafat dalam kondisi bayi dalam pelukannya.

Blue Jasmine [2013]

Blue Jasmine

Berperan sebagai seorang sosialita di masa paling tertekan dalam hidupnya di mana lumbung uangnya yaitu sang suami terpaksa ditahan karena kasus penipuan yang menyebabkan seluruh hartanya disita, Blanchett mampu menampilkan akting yang sangat meyakinkan dalam film karya Woody Allen yang sangat khas dan unik ini.

Kegelisahan, kegalauan, harus selalu tampil cantik dalam kesedihan, semuanya mampu ditampilkan dengan sangat believable olehnya. Sepanjang film, kita dibuat mampu merasakan apa yang dirasa oleh karakter yang diperankannya. Wajar jika lewat film ini, Blanchett akhirnya berhasil meraih hattrick sebagai Best Actress dari Academy Awards, Golden Globe Awards dan BAFTA Awards.

Carol [2015]

Carol

Film ini bertema feminisme dan menyuguhkan kisah hubungan sejenis yang cenderung tabu pada era dimana setting film ini berlangsung. Aktingnya yang berkelas bersinergi dengan akting Rooney Mara yang tampil lugu dan polos.

Cerita tarik-ulur hubungan mereka yang sangat menyentuh kejiwaan ini membuat cerita menjadi semakin menarik. Kualitas akting yang sudah mumpuni, membuatnya kembali masuk nominasi Best Actress lewat film ini.

Setiap film yang dibintangi oleh Cate Blanchett memang selalu ditunggu-tunggu oleh moviegoers. Bukan karena nilai komersialnya, tetapi lebih untuk melihat aktingnya yang selalu mengejutkan dalam setiap film-filmnya.

Sudah banyak rekor yang dipecahkan olehnya, antara lain dinominasikan sebagai Best Actress lewat peran yang sama di tahun berbeda, masuk sebagai nominasi di dua kategori berbeda pada tahun yang sama, berhasil meraih Best Actress di 3 festival film bergengsi, dan masuk nominasi Oscar atas perannya sebagai peraih Oscar juga. Masih patut ditunggu akting berkelasnya dalam film-film berikutnya.

Artikel Menarik Lainnya: