advertisements

Perang Dunia II adalah masa-masa di mana hampir semua negara di dunia ikut berpartisipasi atau terkena imbasnya. Perang yang terentang dari daratan Eropa sampai ke Asia-Pasifik ini banyak menelan korban dan banyak juga cerita yang ada di dalamnya, sehingga kemudian kisahnya banyak yang diangkat ke layar lebar sampai saat ini, baik itu kisah nyata maupun fiksi.

Dari sekian banyaknya film perang dengan setting Perang Dunia II, kami mencoba menampilkan 10 film produksi Hollywood yang dianggap terbaik. Apa sajakah film perang dunia 2 terbaik tersebut? Berikut ulasan lengkapnya.

Saving Private Ryan

advertisements

Saving Private Ryan sering dianggap sebagai film perang terbaik Hollywood. Karya Steven Spielberg produksi 1998 ini memang tidak terbantahkan jika dilihat dari perolehan penghargaan yang didapatnya, baik dari ajang Academy Awards ataupun ajang festival film lainnya.

Tom Hanks tampil sebagai aktor utama sepanjang film yang penuh nilai patriotis dan berakhir tragis ini. Didukung oleh barisan aktor yang pada saat itu belum dikenal tetapi setelah film ini menjadi bintang di Hollywood, seperti Matt Damon, Vin Diesel, Giovanni Ribisi, Adam Goldberg, Edward Burns, Paul Giamatti dan Barry Pepper.

film perang dunia 2 terbaik saving private ryan

Adegan pembuka film yang menggambarkan pertempuran di pantai Omaha, Normandy, dianggap sebagai visualisasi perang yang sangat mendekati realistis dengan segala kedetilan gambar yang ditampilkan. Adegan ini kemudian diadaptasi ke dalam game perang Medal of Honor.

Inglorious Basterds

Inglorious Basterds menceritakan usaha pembunuhan pemimpin Nazi oleh dua pihak, yaitu pasukan Amerika dan seorang wanita muda. Sutradara jenius nan nyentrik Quentin Tarantino sudah mengembangkan kisah film ini sejak tahun 1998, tetapi ditunda demi menggarap film-film lainnya terlebih dahulu.

INGLORIOUS BASTERDS

Akhirnya film ini bisa diproduksi pada tahun 2008 dengan jadwal rilis di tahun berikutnya. Meski Brad Pitt yang dipasang sebagai aktor utama, tetapi justru Christoph Waltz yang banyak menuai pujian sebagai kolonel Nazi yang dingin, sadis dan pintar mengintimidasi.

Meski kisah ini fiktif dan cenderung komikal, tetapi semua aspek yang ditampilkan dibuat dengan detil, terutama kostum dan persenjataannya. Film perang beraroma Yahudi ini mendapatkan hasil box-office yang luar biasa dari peredaran di seluruh dunia dengan $ 321 juta dari bujet $75 juta.

The Great Escape

THE GREAT ESCAPE

Film produksi tahun 1963 ini adalah film perang dunia 2 terbaik yang sangat menghibur. Karakter-karakter yang diperankan oleh aktor-aktor kaliber pada masanya seperti, Steve McQueen, James Garner dan Richard Attenborough ini mampu menampilkan dialog dan aksi yang memikat untuk ditonton ditengah-tengah setting kerasnya kehidupan di kamp Nazi.

Berbagai cara untuk melarikan diri dari kamp dengan segala kegagalan yang pada akhirnya berbuah keberhasilan, ditampilkan dengan sangat baik. Durasi film yang panjang selama 172 menit tidak akan terasa lama dan membosankan karena  alur cerita dan visualisasinya yang membuat mata kita akan terus menatap layar.

advertisements

Sesekali kita akan dibuat tegang, tersenyum bahkan tertawa dengan apa yang ditampilkan di film ini. The Great Escape sendiri diadaptasi dari buku non-fiksi karya Paul Brickhill terbitan tahun 1944.

Letters From Iwo Jima

Letters from Iwo Jima bukanlah film produksi Jepang, meski diperankan oleh barisan aktor Jepang dan dengan bahasa Jepang pula. Film yang dirilis di tahun 2006 silam ini adalah karya Clint Eastwood yang menceritakan pertempuran Iwo Jima dari perspektif tentara Jepang.

Film ini digarap berbarengan dengan Flags of Our Fathers, film karya Clint Eastwood lainnya yang menceritakan pertempuran yang sama dari perspektif tentara Amerika. Tetapi, film inilah yang dianggap lebih baik dari sisi kualitas dan pendapatan komersilnya.

Lewat film ini, kita diperlihatkan betapa patriotisnya tentara Jepang beserta komandannya dalam mempertahankan benteng terakhir negara dari serbuan pihak musuh. Film ini juga menampilkan kedalaman psikologis dan elemen-elemen cerita lainnya yang ditampilkan secara apik.

Fury

FURY

Menjelang akhir Perang Dunia II, seorang sersan dengan beberapa tentara membawa sebuah tank untuk masuk ke jantung pertahanan Nazi. Di sana mereka melakukan aksi heroik dengan berusaha mengalahkan pasukan Nazi yang lebih dalam jumlah dan persenjataan.

Film ini merupakan film pertama sutradara David Ayer diluar tema kepolisian yang biasa menghiasi filmography-nya dan film World War II kedua Brad Pitt setelah Inglorious Basterds. Selain hasil box-office yang mencapai $ 211 juta di peredaran seluruh dunia, Fury juga menuai banyak pujian dari para kritikus film dan meraih penghargaan di beberapa festival film dunia.

Banyak yang menganggap visualisasi di film ini sangat mendekati kenyataan. Pasalnya, semua elemen film ini digarap secara detil dan ceritanya pun mengambil inspirasi dari kisah nyata tentang kepatriotisan pasukan tank Amerika di Perang Dunia II.

Enemy At The Gates

ENEMY AT THE GATES

Perang Dunia II bukan hanya perang antara pasukan sekutu (Amerika dan rekan-rekannya) melawan musuh-musuhnya saja, tetapi juga perjuangan antara pasukan negara yang diserang oleh pasukan antagonis dalam setiap film-film dengan setting seperti ini, yaitu pasukan Jerman.

Enemy at the Gates bercerita tentang seorang sniper Soviet yang berusaha menuntaskan misinya yaitu membunuh para tokoh Nazi Jerman. Selain itu, ia juga berusaha untuk membalaskan dendam pribadi kepada salah seorang sniper ulung Nazi di tengah perang Stalingrad yang legendaris itu.

Jude Law memerankan sosok Vasily Zaytsev, seorang pahlawan Uni Soviet yang terkenal dengan keakuratan tembakannya dengan memakan korban 225 tentara beserta jajaran perwira termasuk 11 sniper Nazi selama pertempuran Stalingrad. Dan hebatnya, semua dilakukan dari jarak 1000 meter.

Aksinya bisa kita saksikan di film perang dunia 2 terbaik ini dengan segala ketegangan perang dan kepatriotisan seorang sosok pahlawan negara.

The Thin Red Line

THE THIN RED LINE

The Thin Red Line adalah film comeback dari sutradara Terrence Malick setelah 20 tahun tidak membesut film. Produksi 1998 menjadi pesaing sekaligus partner film Saving Private Ryan yang bercerita tentang beberapa pasukan Amerika yang bertemu di perang Asia-Pasifik dengan segala permasalahan psikologis personal dan ketegangan medan perang.

Mungkin untuk ukuran film perang, The Thin Red Line cenderung puitis dengan kutipan-kutipan puisi dan berlimpahnya bahasa gambar serta minim dialog. Tetapi untuk adegan pertempurannya dijamin bisa mencekat perasaan kita.

Nilai lebihnya lagi, para aktor kaliber turut memberikan performa terbaik mereka. Siapa saja aktor-aktor tersebut? Bisa dilihat di poster filmnya di atas. Pasti membuat tercengang kan?

Tora! Tora! Tora!

TORA! TORA! TORA!

Peristiwa penyerangan Pearl Harbor yang merupakan base camp militer Amerika di kepulauan Hawaii oleh pasukan udara Jepang sangat terkenal di dalam sejarah. Karena peristiwa inilah yang memicu penjatuhan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika.

Dari sekian banyak film yang mengangkat peristiwa ini seperti Pearl Harbor (2001), tetapi Tora! Tora! Tora! yang dirilis pada tahun 1970 inilah yang dianggap mendekati peristiwa sejarahnya. Pasalnya, film ini berhasil menampilkan adegan pertempuran udara dan ledakan-ledakan yang dahsyat untuk ukuran di zamannya.

Film yang dibintangi oleh Martin Balsam dan disutradarai oleh Richard Fleischer ini banyak mendapat penghargaan dari beberapa festival film terkemuka. Selain itu, film ini juga meraih 1 Oscar untuk Best Visual Effects.

A Bridge Too Far

A BRIDGE TOO FAR

Pasukan sekutu pernah menggelar sebuah operasi yang dinamakan “Operation Market Garden” dengan misi melakukan pengeboman terhadap beberapa jembatan di Belanda untuk memutus pergerakan pasukan Nazi. Sayangnya, operasi ini gagal.

Meskipun begitu, peristiwa ini dituangkan ke dalam novel oleh Cornelius Ryan yang diterbitkan pada tahun 1974 dan tidak butuh waktu lama untuk diadaptasi ke layar lebar pada tahun 1977 dengan sutradara Richard Attenborough.

Didukung oleh barisan aktor kawakan, seperti Michael Caine, Sean Connery, Anthony Hopkins, Gene Hackman, Laurence Olivier, Robert Redford dan masih banyak lagi, film ini kemudian meraih 3 piala dari BAFTA Awards, yang membuktikan kualitasnya.

Defiance

Kali ini kita beralih ke daerah Belarusia yang juga ingin dicaplok oleh Nazi. Bielski bersaudara kemudian memilih untuk menghindar ke dalam hutan dan bertahan di sana sambil membangun komunitas baru dari para pengungsi dan korban perang.

Kisah nyata ini kemudian diadaptasi ke dalam layar lebar oleh Edward Zwick pada tahun 2008 yang sudah kita ketahui pernah menggarap film The Last Samurai sebelumnya. Tetap dengan nilai sinematografi terbaik membuat film Defiance ini semakin indah dipandang mata dan adegan pertempuran menjadi semakin tajam dan bersalju sesuai settingnya.

Daniel Craig, Live Schreiber dan Jamie Bell berperan sebagai Bielski bersaudara. Dipenuhi dengan adegan pertempuran yang patriotik dan pertikaian di dalam kelompok menjadi cerita yang disuguhkan di film yang masuk nominasi Oscar di kategori Best Original Score ini.

Nah itulah 10 judul film perang dunia 2 terbaik yang tidak boleh Anda lewatkan. Selain 10 film di atas, kami juga pernah mengulas jajaran film perang terbaik sebelum perang dunia 2 dan film perang terbaik pasca PD II. Kira-kira film apakah yang menjadi favorit Anda, Good Readers?

Artikel Menarik Lainnya: