advertisements

Musik adalah dunia seni yang penuh ekspresi. Semua perasaan, senang dan sedih, jatuh cinta dan putus cinta, bisa disampaikan lewat lirik dan nada. Mayoritas manusia di seluruh dunia pasti menyukai musik. Bahkan ada yang hari-harinya terasa datar jika tanpa diiringi lagu-lagu favoritnya.

Dengan semakin majunya teknologi, perangkat untuk memutar musik pun sudah semakin canggih. Jika dulu harus memiliki gramophone, kemudian radio tape untuk memutar kaset, lalu CD player, sekarang musik dalam format mp3 sudah bisa diputar di komputer, laptop dan ponsel, sehingga mudah untuk didengarkan dimana saja dan dalam aktifitas apapun.

advertisements

Keindahan dan kepopuleran musik tidak lepas dari kejeniusan para musisinya. Dari zaman dahulu ketika tangga nada diciptakan, banyak musisi klasik dengan karya monumentalnya lahir. Mozart, Johann Sebastian Bach, Vivaldi, Chopin, hanyalah segelintir dari sekian banyak maestro klasik terkenal.

Di era musik modern yang dimulai di akhir 1950an, semakin banyak musisi yang saat ini sudah menjadi legenda, meski beberapa diantaranya masih hidup dan terus berkarya. Kisah perjalanan karir mereka banyak menginspirasi para musisi setelahnya dalam berkarya.

Para musisi legendaris ini juga menginspirasi para sineas untuk menyuguhkan kisah perjalanan hidup mereka ke layar lebar. Hampir setiap tahunnya, film bertema biografi seorang musisi atau grup band, hadir di layar bioskop. Meski tidak banyak, tetapi film tentang mereka ini biasanya dibesut dengan sangat baik dan memiliki keakuratan cerita dan keotentikan detil hidup sang legenda.

Dan sudah pasti, sepanjang film akan diisi oleh lagu-lagu karya musisi tersebut. Nilai lebihnya lagi, sebagian besar film berjenis ini seringkali masuk sebagai kandidat Oscar dalam berbagai kategori, salah satunya adalah Best Picture.

Berikut ini kami pilihkan sepuluh film biografi musisi dan grup band terbaik dengan kriteria musisi dan grup tersebut memiliki tingkat popularitas yang tinggi dan juga memiliki kisah perjalanan hidup yang menginspirasi.

Coal Miner’s Daughter [1980]

Coal Miner’s Daughter film biografi musisi

Kisah biografi Loretta Lynn, seorang penyanyi country legendaris yang berawal dari kemiskinan hingga menjadi terkenal di seluruh dunia. Kemunculannya mampu mengubah sound dan gaya dari musik country itu sendiri.

Sissy Spacek berperan sebagai Loretta Lynn, yang saat film ini dirilis, masih berusia 48 tahun. Di tahun 2016 dia sudah berusia 84 tahun tetapi masih aktif menyanyi. Dari perannya tersebut, Sissy Spacek berhasil membawa pulang Oscar sebagai Best Actress. Selain itu, film yang disutradarai oleh Michael Apted ini juga dinominasikan di beberapa kategori lain, salah satunya adalah Best Picture.

The Doors [1991]

The Doors

Jim Morrison adalah musisi yang menjadi salah satu icon di era akhir 1960an. Kematiannya dalam usia 27 tahun karena over dosis adalah cerita yang sangat pantas untuk diangkat menjadi sebuah film. Apalagi bandnya, The Doors, sangat populer dengan lagu “Light My Fire” yang sempat bertengger di peringkat pertama Billboard Hot 100 di tahun 1967.

Val Kilmer sangat pantas memerankan sosok Jim Morrison yang larut dalam kehidupan penuh hura-hura, terjerat dalam pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang, yang pada akhirnya merenggut nyawanya sendiri.

advertisements

Meski film ini dikritik oleh para personil band The Doors, sahabat dan keluarga Jim Morrison yang tidak setuju dengan tampilan negatif yang terlalu di ekspos, tetapi film biografi musisi arahan Oliver Stone ini banyak mendapat pujian dari para kritikus film.

What’s Love Got to Do with It [1993]

Kisah perjalanan karir bermusik Tina Turner dan keretakan rumah tangganya di dramatisir lewat sebuah film yang diadaptasi dari buku biografi karya Tina Turner dan Kate Lenier berjudul I, Tina. Angela Bassett berperan sebagai Tina Turner dan Laurence Fishburne sebagai Ike Turner.

Keduanya dinominasikan di kategori Best Actress dan Best Actor pada ajang Academy Awards yang membuktikan kualitas performa acting mereka di film ini. Lagu hits “I Don’t Wanna Fight” dari Tina Turner menjadi soundtrack utama film ini.

Ray [2004]

Ray

Bagi penikmat musik sejati, pasti mengenal sang legenda yang satu ini. Dialah Ray Charles. Musisi yang lahir di Georgia, AS, pada tahun 1930 ini mendapat julukan “The Genius” karena talenta musiknya yang diakui dunia. Genre utama musiknya adalah R&B, tetapi dia mampu meramunya dengan beberapa genre musik lainnya, seperti gospel, jazz, blues, rock & roll dan country.

Banyak musisi dari beberapa genre tersebut mengakui jika Ray Charles adalah inspirasi mereka dalam bermusik. Filmnya sendiri yang disutradarai oleh Taylor Hackford dan diperankan oleh Jamie Foxx, mendapat respon yang sangat positif dengan limpahan penghargaan dari beberapa ajang perfilman dunia, salah satunya dinominasikan di kategori Best Picture pada Academy Awards.

Karena perannya ini, Jamie Foxx berhasil meraih Best Actor dari lima ajang penghargaan film, yaitu Academy Awards, Golden Globe, BAFTA, Screen Actors Guild dan Critics’ Choice Awards, yang membuktikan kemampuan pendalaman aktingnya sebagai Ray Charles. Sayangnya, Ray Charles yang dikabarkan akan menghadiri pemutaran perdana film ini, telah lebih dulu wafat 7 bulan sebelumnya.

Walk the Line [2005]

Walk the Line

Johnny Cash adalah seorang musisi country legendaris yang dianggap sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di abad 20. Kisah hidup dan cintanya yang rumit diangkat ke layar lebar oleh sutradara James Mangold dengan Joaquin Phoenix berperan sebagai sang legenda.

Meski wajahnya tidak begitu mirip dengan Johnny Cash, tetapi akting Phoenix di film ini dianggap sebagai performa akting terbaiknya sejauh ini. Sinerginya bersama Reese Witherspoon yang berperan sebagai June Carter, istri Johhny Cash, mengantarkan mereka masuk sebagai nominator Oscar di kategori Best Actor dan Best Actress yang akhirnya Witherspoon berhasil membawa pulang Oscar tersebut.

Rentang waktu yang ditampilkan adalah dari awal karir hingga puncaknya serta kisah cinta rumit antara Cash dan Carter yang menampilkan kesabaran Carter dalam menyikapi sifat Cash yang temperamental.

Cadillac Records [2008]

Cadillac Records

Chess Records adalah sebuah perusahaan rekaman terkenal yang menghasilkan banyak musisi terkenal di era awal 1940an hingga akhir 1960an. Film biografi musisi arahan Darnell Martin ini bertabur bintang, mulai dari Adrien Brody yang berperan sebagai Leonard Chess, sang pendiri Chess Records.

Kemudian ada Beyonce Knowles sebagai Etta James yang terkenal lewat lagu “At Last”, lalu Jeffrey Wright sebagai Muddy Waters, Mos Def sebagai Chuck Berry dan Cedric the Entertainer sebagai Willie Dixon. Nama Cadillac Records berasal dari kebiasaan Leonard Chess memberikan hadiah mobil Cadillac kepada para artisnya.

Love & Mercy [2014]

Love & Mercy

Untuk memerankan sosok jenius di balik kesuksesan The Beach Boys, Brian Wilson, butuh dua aktor untuk memerankannya di dua masa yang berbeda. Paul Dano berperan sebagai Brian Wilson di era 1960an saat berkarya dan sukses bersama The Beach Boys dan John Cusack sebagai Brian Wilson di era 1980an yang terkena penyakit psychosis yang dirawat di bawah arahan seorang terapis yang diperankan oleh Paul Giamatti.

Film biografi musisi ini memakai alur cerita bolak-balik antara dua masa itu, dimana kisah masa lalu memiliki efek psikis di masa berikutnya. Penampilan kedua aktor ini patut diacungi jempol karena mampu memerankan sosok Brian Wilson dengan baik, meski sang legenda tidak turut memuji kualitas akting mereka.

Film yang dipenuhi oleh lagu-lagu hits dari The Beach Boys dan ditutup dengan penampilan live dari Brian Wilson sendiri yang membawakan lagu berjudul “Love & Mercy” ini disutradarai oleh Bill Pohlad, seorang produser film yang menjadikan film ini sebagai comeback penyutradaraannya setelah terakhir membesut film perdananya di tahun 1990.

Get On Up [2014]

Get On Up

James Brown adalah salah seorang icon musik legendaris yang terkenal dengan julukannya sebagai “Godfather of Soul”. Perjalanan hidupnya dari keluarga yang sangat miskin yang membuatnya dititipkan oleh orang tuanya kepada bibinya dan berakhir di penjara karena mencuri.

Dari penjara inilah karir musiknya dimulai, ketika dia bertindak selaku vokalis utama The Famous Flames pada akhir 1950an. Berawal dari genre gospel dan R&B, Brown mengembangkan genre baru yang sekarang dikenal sebagai funk.

Film yang dibintangi oleh Chadwick Boseman sebagai James Brown ini menggunakan alur cerita non-linear, dimana kita dibawa bolak-balik di tiga masa yang berbeda, yaitu masa kecil Brown, masa kesuksesan bermusiknya dan masa tuanya. Meski sedikit memusingkan, tetapi benang merah cerita berhasil dijalin dengan baik sebagai bahan pelajaran psikologis akan karakter sang legenda.

Jersey Boys [2014]

Jersey Boys

Film adaptasi drama panggung Broadway arahan sutradara Clint Eastwood ini menceritakan sepak terjang band The Four Seasons dengan Frankie Valli sebagai vokalis utamanya. Film ini memaparkan awal pertemuan mereka yang mengantarkan mereka sebagai band populer di AS sebelum datangnya The Beatles sebagai pionir British Invasion.

Lewat film ini, kita akan tahu intrik dan masalah yang ada di tubuh The Four Seasons yang membuat Frankie Valli bersolo karir dan sukses dengan lagu “Can’t Take My Eyes Off of You” tanpa mengambil sedikit pun hasil usahanya dan diakhiri dengan pecahnya band ini. Ending film ini mempertemukan mereka kembali saat mendapat penghargaan di Rock & Roll Hall of Fame di tahun 1990.

Straight Outta Compton [2015]

Straight Outta Compton

Sebuah grup rap lahir dari Compton, sebuah daerah di Los Angeles, dimana tingkat kriminalitas sangat tinggi sehingga mengundang diskriminasi rasialis terhadap warga afrika-amerika. Ditengah masa sulit seperti ini, Dr. Dre dan Eazy-E, dua sahabat yang menyukai musik R&B dan dance, membentuk grup rap NWA.

Bersama Ice Cube sebagai penulis lirik, DJ Yella dan MC Ren melengkapi formasi lima personil. Lirik-lirik lagu mereka yang keras dan kasar adalah interpretasi mereka atas ketidakadilan yang terjadi di daerah mereka. Hebatnya, mereka sukses besar di album perdana dengan semua kontroversi lirik lagu yang banyak dicekal pemerintah.

Film yang disutradarai F. Gary Gray dengan detil dan cermat ini, sehingga memiliki durasi hampir 3 jam, memaparkan kisah dari awal pertemuan, kesuksesan, hingga perpecahan dan gagalnya reuni karena kematian Eazy-E akibat AIDS.

Ditampilkan secara runut, kisah NWA ini tidak menjadi membosankan, tetapi terasa nyata dengan performa akting yang baik dari para pemerannya, terutama Jason Mitchell sebagai Eazy-E dan Paul Giamatti sebagai Jerry Heller, sang manager. Uniknya, sosok Ice Cube diperankan oleh putranya sendiri, O’Shea Jackson, Jr. Dalam penyelenggaraan Academy Awards 2016, Straight Outta Compton dinominasikan di kategori Best Original Screenplay.

Sebenarnya masih banyak biografi dari musisi legendaris lainnya yang belum di filmkan, antara lain Elvis Presley, The Beatles dan Kurt Cobain dengan Nirvana-nya. Adaptasi dari kisah musisi terkenal ini sering terhambat oleh hak cipta yang dipegang oleh para pewarisnya. Sebagai contoh, Yoko Ono belum mengizinkan untuk kisah The Beatles di filmkan, sama halnya dengan Courtney Love yang masih belum memperbolehkan para produser mengangkat kisah Kurt Cobain ke dalam film layar lebar.

Mungkin suatu saat nanti, kisah-kisah mereka pada akhirnya bisa hadir dalam format film layar lebar yang pastinya akan disambut dengan meriah oleh para fans setianya yang meski sudah berganti generasi tetap tidak akan lekang oleh zaman.

Artikel Menarik Lainnya: