advertisements
advertisements

Jika kita mendengar film animasi, maka yang terbayang adalah film-film animasi dari Disney. Mengapa seperti itu? Hal ini terjadi karena Walt Disney Animation Studios adalah studio animasi pertama di Hollywood yang mencetak kesuksesan lewat film-film animasinya, baik itu di layar lebar ataupun di televisi. Bahkan kemudian studio melebarkan sayap hingga memiliki rumah produksi untuk film-film live-action, penjualan merchandise, mainan dan taman hiburan Disneyland.

Tetapi dengan terus berkembangnya teknologi animasi, semakin banyak pula studio-studio animasi yang awalnya independen kemudian di akuisisi oleh perusahaan film besar. Dua studio animasi besar yang selalu meramaikan peta persaingan film-film animasi ialah Pixar dan DreamWorks. Pixar dari awal kemunculan hingga kini berada di bawah distribusi Disney, sedangkan DreamWorks yang awalnya berada di bawah Paramount Pictures, saat ini dipegang oleh 20th Century Fox.

advertisements
advertisements

Kemudian juga banyak bermunculan studio-studio animasi baru yang merupakan pecahan atau partner dari studio animasi ternama yang kemudian berdiri sendiri dan hak distribusinya dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar Hollywood yang bahkan tadinya mereka tidak bergerak di bidang itu, seperti Universal Pictures.

Selain beberapa artikel sebelumnya yang menampilkan deretan film-film animasi terbaik dari Pixar, DreamWorks dan Disney, berikut ini kami pilihkan lagi 10 film animasi terbaik dari beberapa studio animasi lainnya dengan berbagai macam penggunaan teknik animasi yang berbeda.

The Nightmare Before Christmas [1993]

The Nightmare Before Christmas film animasi terbaik

Ide film animasi ini muncul dari pemikiran sutradara unik Tim Burton saat dia masih menjadi seorang animator di Walt Disney Animation Studios pada tahun 1982. Lewat proses yang lama karena karirnya sebagai sutradara sedang menanjak, akhirnya ide ini kembali diangkat dan Burton memilih Henry Selick sebagai sutradara.

Walt Disney tidak bersedia merilis film ini dibawah benderanya, karena temanya yang tidak cocok untuk ditonton oleh anak-anak. Akhirnya lewat Touchstone Pictures film ini dirilis. Teknik yang digunakan adalah stop-motion. Nuansa mencekam khas Halloween ditampilkan dengan sangat unik diiringi juga oleh alunan musik dari Danny Elfman, musisi yang merupakan sahabat karib Burton, yang juga mengisi vocal karakter utamanya.

Karena keunikannya, film animasi ini berhasil masuk nominasi Best Visual Effects di ajang Academy Awards. Hingga saat ini, film ini selalu masuk dalam daftar top 10 film animasi terbaik di berbagai media.

The Iron Giant [1999]

The Iron Giant

Sebelum Brad Bird menjadi salah seorang sineas di Pixar Studios, dia pernah membesut film animasi di Warner Bros. Animation Studios lewat film The Iron Giant yang merupakan adaptasi dari novel The Iron Man karya Ted Hughes yang diterbitkan di tahun 1968. Menggabungkan animasi tradisional dengan polesan CGI pada proses editingnya, film ini dipuji para kritikus saat penayangannya di bioskop-bioskop di AS.

Tetapi karena Warner tidak melakukan promosi terhadap film ini, di tangga box-office, The Iron Giant hanya berhasil mendapat $31 juta saja. Tetapi setelah dirilis untuk home video dan channel televisi, popularitas film ini meningkat hingga saat ini menyandang cult status dan dianggap sebagai salah satu pionir film animasi modern.

South Park: Bigger, Longer & Uncut [1999]

South Park Bigger, Longer & Uncut

Film animasi bukan hanya milik anak-anak saja, tetapi juga ada film animasi khusus dewasa. Tema yang diusung juga sangat berbeda, seperti kebebasan berbicara, kesalahan pendidikan dari orang tua dan masalah penyensoran. South Park telah dikenal lebih dulu sebagai serial animasi di channel Comedy Central yang menampilkan komedi dengan tema-tema dewasa dan bahasa-bahasa kasar sebagai dialognya.

advertisements
advertisements

Untuk film layar lebarnya, masih dengan tim yang sama, menceritakan kisah beberapa anak muda AS yang mendorong para orang tuanya untuk memerangi negara Kanada. Ide cerita yang sangat konyol, tetapi seluruh elemen yang ada di serialnya berhasil ditampilkan dengan baik. Hingga saat ini, film ini adalah film animasi dengan rating R terbaik.

Corpse Bride [2005]

Film animasi stop-motion pertama yang diarahkan oleh Tim Burton sendiri ini, merupakan ide ketiganya setelah sukses dengan The Nightmare Before Christmas (1993) dan James and the Giant Peach (1996). Memasang Johnny Depp dan Helena Bonham Carter, sepasang artis yang selalu jadi langganan di film-filmnya Burton, masih bernuansa gelap dengan setting Eropa era Victorian.

Visualisasinya sering dijadikan ide dalam dunia fotografi, terutama untuk pre-wedding, meskipun terkesan horror. Masuk sebagai nominator Academy Awards di kategori Best Animated Feature, sayangnya, film ini gagal membawa pulang Oscar.

Ice Age [2002]

Ice Age

Franchise animasi kebanggaan Blue Sky Studios yang menempatkan mereka sebagai pesaing Pixar dan DreamWorks ini menceritakan petualangan 3 hewan di zaman es dimana mereka harus menyelamatkan seorang anak manusia di tengah musibah mencairnya es di kutub.

Karena keseluruhan karakter sangat loveable bagi anak-anak, film animasi terbaik ini langsung sukses secara komersial dan memasukkan mereka ke dalam deretan nominasi Academy Awards di kategori Best Animated Feature.

Kemudian petualangan Manny, Sid dan Diego dengan selingan penampilan kocak dari Scrat, dilanjutkan lewat Ice Age: The Meltdown (2006), Ice Age: Dawn of the Dinosaurs (2009) dan Ice Age: Continental Drift (2012). Sepertinya kisah mereka akan terus berlanjut selama anak-anak seluruh dunia masih menyambut cerita petualangan mereka.

The Simpsons Movie [2007]

The Simpsons Movie

Film animasi yang diangkat dari serial animasi sukses di channel Fox sejak tahun 1989 ini akhirnya hadir di layar lebar setelah memakan proses yang rumit dan cukup lama. Hal ini karena penggodokan naskah yang dilakukan secara keroyokan, yaitu oleh 11 orang screenwriter. Bahkan kabarnya, selama proses syuting juga kembali banyak terjadi perubahan naskah secara spontan.

Seluruh karakter diisisuarakan oleh para pemeran dari serialnya, sehingga esensi film tetap murni dan terjaga. Cerita yang mengusung pesan moral tentang polusi dan pelestarian alam dianggap cukup mengena dengan sempilan humor-humor lucu nan kasar khas The Simpsons. Dalam proses promosinya, film ini menggaet Burger King dan 7-Eleven. Tom Hanks dan Green Day tampil sebagai cameo, tentu saja dalam versi kartun.

Coraline [2009]

Coraline

Film animasi bernuansa gelap ini diisisuarakan oleh aktris Dakota Fanning. Henry Selick bertindak selaku sutradara dari adaptasi novel karya Neil Gaiman yang diterbitkan di tahun 2002. Ceritanya sangat menarik dan misterius, dilengkapi juga dengan pesan moral yang cukup baik dan mudah dicerna oleh seluruh anggota keluarga, termasuk para orang tua. Di Academy Awards dan Golden Globe, film ini berhasil masuk ke dalam nominasi Best Animated Feature.

Fantastic Mr. Fox [2009]

Fantastic Mr. Fox

Film ini merupakan film animasi pertama bagi sutradara unik Wes Anderson. Meski begitu, nuansa dari film-film karya Anderson sebelumnya sangat terasa kental disini. Tempo yang cepat, ritme yang dinamis, karakter-karakter yang unik dan jalan cerita yang sulit ditebak tetap tersaji di film yang merupakan adaptasi dari Novel karya Roald Dahl ini.

Teknik animasi yang digunakan adalah stop-motion. Banyak adegan yang bisa memancing tawa penonton, terutama penggambaran kejar-kejaran di dalam tanah lewat proses lubang-melubangi setiap jengkal tanahnya. Sangat menggelitik!! Diisi oleh suara-suara dari para aktor/aktris top Hollywood, seperti George Clooney dan Meryl Streep, film ini dirilis oleh 20th Century Fox.

Despicable Me [2010]

Despicable Me

Ketika Gru ingin menyaingi kejahatan pesaingnya, dia mengadopsi 3 anak kecil dari panti asuhan yang ternyata malah membuatnya menjadi sosok yang baik hati. Ide cerita ini mungkin hampir sama dengan film Megamind (2010) dan Wreck-It Ralph (2012) dimana karakter antagonis berubah menjadi sosok superhero dadakan dalam perjalanannya berkubang di dunia kejahatan.

Animasi CGI-nya yang unik, karakter-karakter yang juga unik serta humor yang cukup mampu mengocok perut, membuat film ini sukses besar, baik secara komersial ataupun kualitas, sehingga menaikkan nama Illumination Studios ke jajaran studio animasi yang pantas untuk diperhitungkan. Petualangan Gru dan para Minions dilanjutkan di Despicable Me 2 (2013) dan spin-off-nya, Minions (2015), yang merupakan prequel dari petualangan para Minions sebelum mereka bertemu dengan Gru.

The LEGO Movie [2014]

The LEGO Movie

Permainan anak-anak legendaris ini memiliki cerita yang panjang untuk mencapai layar lebar. Tetapi penantian itu tidak sia-sia dengan hasil film yang berkualitas dan menghibur. Ditampilkan dalam animasi CGI secara penuh, permainan ini tampak hidup dan nyata. Karakter-karakternya pun lucu dan unik, terutama dengan hadirnya tokoh-tokoh dari DC Comics, seperti Supeman, Batman dan Wonder Woman.

Banyak pujian dilayangkan kepada film animasi terbaik ini, antara lain karena gaya visualisasinya, humor, pengisi suara dan pesan moral yang hangat. Ke depannya, The LEGO Movie akan menghadirkan beberapa film lagi dan akan menjadi franchise tersendiri.

Dengan semakin majunya perkembangan teknologi, terutama teknologi komputer, akan semakin memajukan dunia perfilman, termasuk perfilman animasi. Berbagai teknik animasi kemudian terus berkembang dan berinovasi melahirkan teknik-teknik baru yang semakin menambah khasanah dunia animasi.

Ide cerita dan alur yang menarik juga patut menjadi perhatian utama, terutama yang meninggalkan pesan moral yang baik serta mudah untuk dicerna oleh seluruh anggota keluarga. Semoga ke depannya akan hadir lebih banyak lagi film-film animasi berkualitas dari perfilman Hollywood.

Artikel Menarik Lainnya: