advertisements
advertisement

Banyak orang bertanya-tanya mengenai ciri-ciri anak cacingan dan pengobatannya yang tepat. Cacingan sebenarnya dapat dialami oleh siapa saja. Akan tetapi, anak-anak lebih berisiko terkena cacingan dibandingkan orang dewasa.

Jika Anda menjumpai seorang anak yang kurus, lesu, dan susah makan, biasanya mereka langsung dicurigai sedang terkena cacingan. Orang tua pasti panik jika buah hatinya tidak mau makan, terlebih apabila badannya kurus dan susah menjadi gemuk.

advertisement
advertisement

Namun, masalah ini tidak hanya meliputi hilangnya selera makan anak saja. Cacingan harus segera diobati agar karena cacing-cacing yang hidup di usus tersebut bertahan hidup dengan menyerap nutrisi dari darah yang ada di dinding usus.

Penyakit yang satu ini sendiri disebabkan oleh cacing yang hidup di dalam usus manusia. Ada beberapa jenis cacing yang menyebabkan penyakit cacingan. Nah, berikut Bacaterus akan mengulas beberapa jenis cacing yang kerap kali menginfeksi anak-anak berserta dengan ciri-cirinya.

Cacing Kremi (Oxyuris Vermicularis)

Cacing ini memiliki ukuran yang kecil dan tekstur yang sangat halus. Sepintas cacing kremi (Oxyuris Vermicularis) nampak seperti benang. Cacing dengan panjang sekitar ¼ – ½ inci inilah yang kerap kali menginfeksi anak-anak di Indonesia.

ciri-ciri anak cacingan

Cacing ini biasanya beraktivitas pada saat malam hari. Cacing kremi betina bertelur di sekitar dubur. Itu sebabnya anak-anak yang terinfeksi cacing kremi kerap kali merasa gatal di sekitar dubur ketika hendak tidur sehingga mereka merasa sangat terganggu.

Cacing kremi sangat mudah menginfeksi anak karena kebersihan tangan kurang terjaga. Misalnya, ketika seorang anak yang terinfeksi cacing kremi menggaruk anusnya, kemudian tangannya bersentuhan dengan anak lain, maka anak lain tersebut bisa tertular cacingan juga. Ciri-ciri anak yang terinfeksi cacing kremi adalah:

  • Mual
  • Nyeri di sekitar perut
  • Gatal yang teramat sangat di permukaan dubur dan vagina
  • Sulit tidur karena rasa gatal di anus

Cacing Gelang (Ascaris Lumbricoides)

Ascaris Lumbricoides cacing gelang

Dinamakan cacing gelang karena bentuknya memang nampak seperti gelang. Cacing ini hidup di usus halus dan memiliki panjang 10-30 cm. Cacing yang memiliki warna kuning atau coklat dengan garis-garis halus ini dapat berkembang biak di dalam usus besar maupun kecil.

Orang yang terinfeksi cacing gelas biasanya tidak menyadari bahwa mereka sedang cacingan. Mereka biasanya baru sadar ketika cacing ini keluar bersamaan dengan feses. Ciri-ciri anak yang terinfeksi cacing gelang adalah:

  • Diare
  • Buang air besar berdarah
  • Nyeri di sekitar perut yang tidak terlalu parah
  • Berat badan menurun
  • Cacing keluar melalui muntahan atau feses
  • Mual dan muntah-muntah
  • Penyumbatan pada usus dapat terjadi bilang cacing gelang yang hidup di usus berjumlah banyak

Cacing Cambuk (Trichuris Trichiura)

Bentuknya memang seperti cambuk dengan bagian belakang tubuhnya lebih gemuk dan berbentuk spiral. Panjangnya bisa mencapai 5 cm atau lebih untuk cacing cambuk betina dan 4 cm untuk ukuran cacing cambuk jantan.

Cacing ini hidup di usus besar manusia. Perkembang biakan cacing cambuk tergolong sangat cepat. Pasalnya, cacing cambuk betina bisa bertelur 3.000 – 10.000 butir setiap hari sehingga cukup berbahaya jika didiamkan.

advertisement
advertisement

Sama seperti kedua jenis cacing lainnya, penyakit cacingan yang disebabkan oleh cacing cambuk lebih serang menyerang anak-anak yang tidak menjaga kebersihan tangannya dan makan dengan tangan kotor sehingga telur cacing masuk ke dalam tubuhnya. Ciri-ciri anak yang terinfeksi cacing cambuk adalah:

Trichuris Trichiura cacing cambuk

  • Diare
  • Sakit perut dan mulas terus menerus
  • Kehilangan nafsu makan
  • Lemas dan lesu

Cacing Pita (Taenia sp.)

Pada umumnya, seseorang yang terinfeksi cacing pita biasanya makan dan minum dari hidangan yang sudah terkontaminasi oleh larva atau telur cacing pita. Bahkan, telur cacing pita yang tertelan bisa berkembang menjadi kista yang menyerang organ tubuh lain selain usus.

Namun, jika larvanya yang tertelan, maka larva tersebut akan berkembang menjadi cacing pita yang hidup di usus. Ciri-ciri anak yang terinfeksi cacing pita (Taenia sp.) di usus adalah:

Taenia sp cacing pita

  • Sakit perut
  • Mual dan muntah-muntah
  • Diare
  • Berat badan menurun
  • Lemah dan lelah

Ciri-ciri anak yang terinfeksi cacing pita di organ tubuh lain adalah:

  • Gangguan saraf seperti kejang
  • Demam
  • Benjolan atau kista di tempat tertentu

Cacing Tambang

Necator Americanus cacing tambang

Dijuluki sebagai cacing tambang karena dahulu cacing ini banyak dijumpai di pertambangan yang ada di Eropa. Cacing tambang terdiri dari 2 jenis, yakni Necator Americanus yang berbentuk huruf ‘S’ dan Ancylostoma Duodenale yang menyerupai huruf ‘C’.

Ukuran cacing tambang sangat kecil, yaitu kurang dari 1 cm. Tak hanya hidup di dalam usus, cacing ini juga dapat hidup di bawah permukaan kulit. Ciri-ciri anak yang terinfeksi cacing tambang adalah:

  • Kekurangan darah karena cacing tambang mengisap darah untuk bertahan hidup
  • Buang air besar berdarah
  • Demam dan nafas terasa berat karena cacing hidup di paru-paru
  • Ruam yang menonjol di kulit karena larva cacing hidup di bawah permukaan kulit

Pengobatan untuk cacingan sebaiknya dilakukan secara medis agar dapat diatasi dengan cepat sehingga cacing tidak berkembang biak. Untuk mencegah penyakit cacingan pada anak-anak maupun orang dewasa, sebaiknya Anda dan anak-anak mengkonsumsi obat cacing setiap 6 bulan sekali.

Setelah mengetahui ciri-ciri anak cacingan dan pengobatannya, kini Anda harus lebih memperhatikan kebersihan di lingkungan sekitar. Pastikan tangan dicuci dengan sabun sebelum makan, konsumsi makanan yang bersih (sebaiknya memasak sendiri), dan bersihkan lingkungan tempat tinggal Anda dengan rutin, terutama pada saat musim hujan.

Artikel Menarik Lainnya: